alexametrics
26.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Sungai Petung Dikeruk Mulai Akhir Juni

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Rencana normalisasi Kali Petung di Bugul Kidul terus dimatangkan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan memastikan pengerukan dimulai pada akhir Juni ini.

Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko mengatakan, normalisasi Kali Petung akan tetap berjalan sesuai rencana. Kondisinya sudah memprihatinkan dan menjadi penyebab banjir.

PUPR akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Gembong Pekalen. Tujuannya, mengetahui kepastian pelaksanaan normalisasinya. PUPR sendiri sudah menyiapkan anggaran Rp 60 juta untuk mengangkut endapan sungai yang dikeruk.

”Insyaallah sesuai rencana,” ungkapnya.

Gustap menambahkan, menurut rencana, PUPR akan mengangkut hasil normalisasi. Pembuangan dibagi menjadi dua. Yang akan dibuang ke samping sungai adalah tanah.

Selain itu, tanah disiapkan untuk kegiatan sosial yang membutuhkan urukan tanah. Seperti fasilitas umum (fasum) milik pemerintah. Sementara, hasil normalisasi berupa bambu atau plastik akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Alat berat untuk normalisasi disiapkan oleh BBWS. “Semoga ini jadi solusi agar banjir akibat luapan Kali Petung bisa teratasi,” pungkas Gustap. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Rencana normalisasi Kali Petung di Bugul Kidul terus dimatangkan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan memastikan pengerukan dimulai pada akhir Juni ini.

Kepala Dinas PUPR Kota Pasuruan Gustap Purwoko mengatakan, normalisasi Kali Petung akan tetap berjalan sesuai rencana. Kondisinya sudah memprihatinkan dan menjadi penyebab banjir.

PUPR akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Gembong Pekalen. Tujuannya, mengetahui kepastian pelaksanaan normalisasinya. PUPR sendiri sudah menyiapkan anggaran Rp 60 juta untuk mengangkut endapan sungai yang dikeruk.

”Insyaallah sesuai rencana,” ungkapnya.

Gustap menambahkan, menurut rencana, PUPR akan mengangkut hasil normalisasi. Pembuangan dibagi menjadi dua. Yang akan dibuang ke samping sungai adalah tanah.

Selain itu, tanah disiapkan untuk kegiatan sosial yang membutuhkan urukan tanah. Seperti fasilitas umum (fasum) milik pemerintah. Sementara, hasil normalisasi berupa bambu atau plastik akan dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Alat berat untuk normalisasi disiapkan oleh BBWS. “Semoga ini jadi solusi agar banjir akibat luapan Kali Petung bisa teratasi,” pungkas Gustap. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/