alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Jumlah Nelayan di Kab Pasuruan Ada 7 Ribu Orang, yang Ikut Asuransi Baru 50

PASURUAN, Radar Bromo – Kesadaran akan pentingnya asuransi nelayan belum tinggi. Buktinya, jumlah nelayan yang ikut program asuransi mandiri baru sekitar 50 orang. Ada asuransi gratis.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Alfi Khasanah mengatakan, pada 2022 ini, dinasnya mendapatkan jatah asuransi 400 orang. Asuransi itu merupakan premi gratis dari kementerian untuk perlindungan bagi para nelayan di Kabupaten Pasuruan.

Asuransi gratis ini diberikan pertama pada 2017. Dinasnya mendapatkan jatah 300-an orang. Di antara jumlah itu, delapan nelayan telah mengajukan klaim. Nominalnya kurang lebih Rp 1,7 miliar.

”Setelah jatah 2017 itu, empat tahun tidak ada lagi. Sebenarnya, pada 2020 ada. Tetapi, karena pandemi, dananya kena refocusing. Jadi, tidak ada,” ungkapnya.

Alfi menjelaskan, tahun ini, dinasnya kembali mendapatkan jatah 400 orang. Sudah ada nama-namanya. Jumlah itu tentu tidak bisa mencakup seluruh nelayan. Sebab, jumlah nelayan Kabupaten Pasuruan kurang lebih 7 ribu orang.

Menurut Alfi, asuransi mandiri sebenarnya cukup terjangkau. Premi sebulan Rp 16 ribu. Sosialisasi sudah dilakukan. Selama ini sudah ada 50 orang yang ikut. Dinas perikanan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaaan.

”Kami akan terus sosialisasi. Yang ada saat ini sudah cukup bagus ya. Karena sangat sulit untuk mengajak,” tandasnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Kesadaran akan pentingnya asuransi nelayan belum tinggi. Buktinya, jumlah nelayan yang ikut program asuransi mandiri baru sekitar 50 orang. Ada asuransi gratis.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Alfi Khasanah mengatakan, pada 2022 ini, dinasnya mendapatkan jatah asuransi 400 orang. Asuransi itu merupakan premi gratis dari kementerian untuk perlindungan bagi para nelayan di Kabupaten Pasuruan.

Asuransi gratis ini diberikan pertama pada 2017. Dinasnya mendapatkan jatah 300-an orang. Di antara jumlah itu, delapan nelayan telah mengajukan klaim. Nominalnya kurang lebih Rp 1,7 miliar.

”Setelah jatah 2017 itu, empat tahun tidak ada lagi. Sebenarnya, pada 2020 ada. Tetapi, karena pandemi, dananya kena refocusing. Jadi, tidak ada,” ungkapnya.

Alfi menjelaskan, tahun ini, dinasnya kembali mendapatkan jatah 400 orang. Sudah ada nama-namanya. Jumlah itu tentu tidak bisa mencakup seluruh nelayan. Sebab, jumlah nelayan Kabupaten Pasuruan kurang lebih 7 ribu orang.

Menurut Alfi, asuransi mandiri sebenarnya cukup terjangkau. Premi sebulan Rp 16 ribu. Sosialisasi sudah dilakukan. Selama ini sudah ada 50 orang yang ikut. Dinas perikanan bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaaan.

”Kami akan terus sosialisasi. Yang ada saat ini sudah cukup bagus ya. Karena sangat sulit untuk mengajak,” tandasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/