alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Asyiknya Ramai-ramai Main Bola jelang Sahur

PURWOREJO, Radar Bromo – Tidak hanya waktu berbuka puasa yang kerap dilakukan banyak orang. Menjelang waktu sahur, kini juga sering diisi kegiatan. Terlebih saat pandemi yang masih berlangsung seperti sekarang.

Tilik saja di kawasan Margo Utomo, Kota Pasuruan. Dini hari menjelang sahur, sejumlah bocah bermain sepakbola di jalan. Mereka star mulai pukul 01.00. Walau digelar diatas aspal, mereka nampak bersemangat bermain.

“Kami biasa menggelar sebelum patrol gugah sahur. Biasanya sih futsal dan sewa lapangan. Tapi kalau puasa begini, tidak pernah futsal,” beber Agus Rangga, 13, salah satu bocah yang ikut bermain.

Malam itu Angga tidak sendirian. Kawan-kawan satu kampungnya, ikut serta. Modal mereka juga hanya bola dari plastik. Gawangnya, cukup dari sandal. Waktu an pergantian pemain pun bebas. Jika lelah, cukup teriak dan memanggil kawannya yang duduk di tepi jalan.

Meski dini hari itu teriakan cukup keras, kegiatan para bocah ini tak mendapat protes dari warga sekitar. Sebaliknya, mereka senang karena jalan jadi ramai. Sebab secara tak langsung, aksi anak-anak bermain bola, turut serta meamaikan lingkungan. Sehingga meminimalisir adanya aksi kejahatan.

“Daripada balap liar di jalan, lebih baik ball-ball-an. Lebih positif dan sehat kan. Toh tidak ada yang dirugikan, walau mereka memang teriak. Itu juga ndak kencang,” beber Mat, salah satu warga.

Menjelang pukul 02.30, anak-anak mulai membubarkan diri. Mereka sudah punya agenda berikutnya. Yakni pulang dan mengambil alat-alat untuk kothekan dan keliling kampung guna membangunkan warga untuk sahur. (fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Tidak hanya waktu berbuka puasa yang kerap dilakukan banyak orang. Menjelang waktu sahur, kini juga sering diisi kegiatan. Terlebih saat pandemi yang masih berlangsung seperti sekarang.

Tilik saja di kawasan Margo Utomo, Kota Pasuruan. Dini hari menjelang sahur, sejumlah bocah bermain sepakbola di jalan. Mereka star mulai pukul 01.00. Walau digelar diatas aspal, mereka nampak bersemangat bermain.

“Kami biasa menggelar sebelum patrol gugah sahur. Biasanya sih futsal dan sewa lapangan. Tapi kalau puasa begini, tidak pernah futsal,” beber Agus Rangga, 13, salah satu bocah yang ikut bermain.

Malam itu Angga tidak sendirian. Kawan-kawan satu kampungnya, ikut serta. Modal mereka juga hanya bola dari plastik. Gawangnya, cukup dari sandal. Waktu an pergantian pemain pun bebas. Jika lelah, cukup teriak dan memanggil kawannya yang duduk di tepi jalan.

Meski dini hari itu teriakan cukup keras, kegiatan para bocah ini tak mendapat protes dari warga sekitar. Sebaliknya, mereka senang karena jalan jadi ramai. Sebab secara tak langsung, aksi anak-anak bermain bola, turut serta meamaikan lingkungan. Sehingga meminimalisir adanya aksi kejahatan.

“Daripada balap liar di jalan, lebih baik ball-ball-an. Lebih positif dan sehat kan. Toh tidak ada yang dirugikan, walau mereka memang teriak. Itu juga ndak kencang,” beber Mat, salah satu warga.

Menjelang pukul 02.30, anak-anak mulai membubarkan diri. Mereka sudah punya agenda berikutnya. Yakni pulang dan mengambil alat-alat untuk kothekan dan keliling kampung guna membangunkan warga untuk sahur. (fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/