alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Lapas Pasuruan Siapkan data Warga Binaan untuk Divaksin

PURWOREJO, Radar Bromo – Warga binaan yang berada di Lapas IIB Pasuruan bakal diusulkan untuk mendapat vaksin Covid-19. Kondisi di dalam penjara yang rentan dengan penularan penyakit dan virus menjadi alasan utama. Sehingga vaksinasi dinilai penting bagi warga binaan.

Kasi Binadik dan Giatja Lapas IIB Pasuruan Wenda Indra Bahtiar menyatakan, sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan. Pihaknya memang berencana mengusulkan vaksinasi bagi warga binaan. Hal itu dilakukan demi mencegah penularan virus korona di dalam penjara.

“Harapan kami, warga binaan bisa ikut divaksin pada tahap tiga nanti. Sedangkan untuk petugas Lapas sudah divaksin pada tahap dua,” kata Wenda.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan Lapas. Antara lain terkait dengan data kependudukan warga binaan itu sendiri. Data kependudukan menjadi syarat penting bagi penerima vaksin. Sedangkan tak semua warga binaan tercatat dalam data kependudukan.

“Apalagi ada yang masuk ke sini, tidak bawa fotokopi KTP atau KK,” ujar Wenda.

Untuk itu, pihaknya bakal mendata lebih dulu seluruh warga binaan. Salah satu yang dilakukan dengan mencari data NIK warga binaan melalui pihak keluarganya. “Paling tidak, bisa diinfokan NIK-nya sehingga bisa kami proses untuk usulan vaksinasi,” ungkap Wenda.

Jumlah warga binaan sendiri sekarang mencapai 836 orang. Sekitar 60 persen di antaranya tidak memiliki data kependudukan. “Dan tidak semua warga binaan itu sebagai warga Kota Pasuruan. Mayoritas pindahan dari lapas lain. Madura, Surabaya, Lumajang, Rutan Bangil,” jelas Wenda. (tom/fun)

PURWOREJO, Radar Bromo – Warga binaan yang berada di Lapas IIB Pasuruan bakal diusulkan untuk mendapat vaksin Covid-19. Kondisi di dalam penjara yang rentan dengan penularan penyakit dan virus menjadi alasan utama. Sehingga vaksinasi dinilai penting bagi warga binaan.

Kasi Binadik dan Giatja Lapas IIB Pasuruan Wenda Indra Bahtiar menyatakan, sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Pasuruan. Pihaknya memang berencana mengusulkan vaksinasi bagi warga binaan. Hal itu dilakukan demi mencegah penularan virus korona di dalam penjara.

“Harapan kami, warga binaan bisa ikut divaksin pada tahap tiga nanti. Sedangkan untuk petugas Lapas sudah divaksin pada tahap dua,” kata Wenda.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan Lapas. Antara lain terkait dengan data kependudukan warga binaan itu sendiri. Data kependudukan menjadi syarat penting bagi penerima vaksin. Sedangkan tak semua warga binaan tercatat dalam data kependudukan.

“Apalagi ada yang masuk ke sini, tidak bawa fotokopi KTP atau KK,” ujar Wenda.

Untuk itu, pihaknya bakal mendata lebih dulu seluruh warga binaan. Salah satu yang dilakukan dengan mencari data NIK warga binaan melalui pihak keluarganya. “Paling tidak, bisa diinfokan NIK-nya sehingga bisa kami proses untuk usulan vaksinasi,” ungkap Wenda.

Jumlah warga binaan sendiri sekarang mencapai 836 orang. Sekitar 60 persen di antaranya tidak memiliki data kependudukan. “Dan tidak semua warga binaan itu sebagai warga Kota Pasuruan. Mayoritas pindahan dari lapas lain. Madura, Surabaya, Lumajang, Rutan Bangil,” jelas Wenda. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/