alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Nasib Angkot di Kota Pasuruan yang Kian Sepi, Trayek pun Berkurang

PASURUAN, Radar Bromo – Jumlah angkutan kota (angkot) di Kota Pasuruan terus merosot. Bahkan, tiga trayek ditutup karena tidak ada penumpang sama sekali.

Humas Primer Koperasi Angkutan Darat (Primkopangda) Pasuruan Suwandi mengatakan, saat ini total ada 65 buah angkot. Itu pun semakin banyak yang sudah tak beroperasi.

“Sudah banyak yang berhenti narik. Nggak jalan lagi,” kata Suwandi, kemarin.

Penyebabnya, jumlah penumpang terus turun. Sehingga pendapatan sopir angkot ikut-ikutan menurun. Angkot akhirnya banyak yang tak beroperasi. Karena jika dipaksakan bertahan, sopir malah akan rugi.

Bahkan, dari total 10 trayek yang ada, saat ini tiga di antaranya sudah tutup. Penyebabnya karena tidak ada penumpang sama sekali. Mobil-mobil angkot yang tak beroperasi itu, otomatis menganggur. Kendaraan yang familiar dengan cat biru itu banyak yang ngandang.

“Ada beberapa yang dipakai mracang (jualan kecil-kecilan),” terangnya.

Wandi –panggilannya- menyebut, pada masa kejayaan angkot, penumpnag sampai berdiri di pintu angkot. Mereka berebut menaiki angkot. Tetapi, itu hanya kenangan. Kini, momen seperti itu langka ditemukan.

“Sekarang, sekali jalan hanya ada satu penumpang. Kadang juga kosong tak ada penumpang,” tuturnya.

PASURUAN, Radar Bromo – Jumlah angkutan kota (angkot) di Kota Pasuruan terus merosot. Bahkan, tiga trayek ditutup karena tidak ada penumpang sama sekali.

Humas Primer Koperasi Angkutan Darat (Primkopangda) Pasuruan Suwandi mengatakan, saat ini total ada 65 buah angkot. Itu pun semakin banyak yang sudah tak beroperasi.

“Sudah banyak yang berhenti narik. Nggak jalan lagi,” kata Suwandi, kemarin.

Penyebabnya, jumlah penumpang terus turun. Sehingga pendapatan sopir angkot ikut-ikutan menurun. Angkot akhirnya banyak yang tak beroperasi. Karena jika dipaksakan bertahan, sopir malah akan rugi.

Bahkan, dari total 10 trayek yang ada, saat ini tiga di antaranya sudah tutup. Penyebabnya karena tidak ada penumpang sama sekali. Mobil-mobil angkot yang tak beroperasi itu, otomatis menganggur. Kendaraan yang familiar dengan cat biru itu banyak yang ngandang.

“Ada beberapa yang dipakai mracang (jualan kecil-kecilan),” terangnya.

Wandi –panggilannya- menyebut, pada masa kejayaan angkot, penumpnag sampai berdiri di pintu angkot. Mereka berebut menaiki angkot. Tetapi, itu hanya kenangan. Kini, momen seperti itu langka ditemukan.

“Sekarang, sekali jalan hanya ada satu penumpang. Kadang juga kosong tak ada penumpang,” tuturnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/