alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Kota Pasuruan Kembali ke Level 3, Gencarkan Lagi Semprot-Semprot Virus

PASURUAN, Radar Bromo – Penyebaran Covid-19 kembali menjadi ancaman serius. Kota Pasuruan harus menerapkan lagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Warga diingatkan untuk waspada.

PPKM Level 3 itu diterapkan lagi setelah Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengeluarkan surat edaran pada 22 Februari 2022. Dalam ketentuan baru itu, semua kegiatan pada sektor nonesensial diminta menerapkan work from office dengan kapasitas 50 persen.

Pasar-pasar di Kota Pasuruan tetap bisa beroperasi paling lama hingga pukul 20.00 dengan kapasitas maksimal 60 persen. Ketentuan serupa juga berlaku bagi sektor perekonomian lain. Warung, restoran, dan kafe.

Pemkot juga tidak melarang pedagang kaki lima (PKL) untuk tetap berjualan. Mereka dipastikan boleh tetap mencari nafkah tidak lebih dari pukul 21.00. Asalkan, mereka juga bisa menerapkan protokol kesehatan.

Di sisi lain, Pemkot Pasuruan mulai menggencarkan lagi upaya disinfeksi perkantoran dan tempat-tempat umum. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan Samsul Hadi mengatakan, upaya itu dilakukan seiring dengan merebaknya kembali kasus Covid-19 saat ini. Bahkan, penyemprotan disinfektan dilakukan hingga masuk ke permukiman.

”Kami memiliki beberapa alat penyemprot yang bisa dipakai secara mobile,” kata Samsul.

PASURUAN, Radar Bromo – Penyebaran Covid-19 kembali menjadi ancaman serius. Kota Pasuruan harus menerapkan lagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Warga diingatkan untuk waspada.

PPKM Level 3 itu diterapkan lagi setelah Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf mengeluarkan surat edaran pada 22 Februari 2022. Dalam ketentuan baru itu, semua kegiatan pada sektor nonesensial diminta menerapkan work from office dengan kapasitas 50 persen.

Pasar-pasar di Kota Pasuruan tetap bisa beroperasi paling lama hingga pukul 20.00 dengan kapasitas maksimal 60 persen. Ketentuan serupa juga berlaku bagi sektor perekonomian lain. Warung, restoran, dan kafe.

Pemkot juga tidak melarang pedagang kaki lima (PKL) untuk tetap berjualan. Mereka dipastikan boleh tetap mencari nafkah tidak lebih dari pukul 21.00. Asalkan, mereka juga bisa menerapkan protokol kesehatan.

Di sisi lain, Pemkot Pasuruan mulai menggencarkan lagi upaya disinfeksi perkantoran dan tempat-tempat umum. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan Samsul Hadi mengatakan, upaya itu dilakukan seiring dengan merebaknya kembali kasus Covid-19 saat ini. Bahkan, penyemprotan disinfektan dilakukan hingga masuk ke permukiman.

”Kami memiliki beberapa alat penyemprot yang bisa dipakai secara mobile,” kata Samsul.

MOST READ

BERITA TERBARU

/