alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

E-Parking di Kota Pasuruan Perlu Kajian Mendalam

GADINGREJO, Radar Bromo – Sistem parkir di Kota Pasuruan saat ini menggunakan parkir berlangganan. Untuk mengubah menjadi sistem e-parking perlu kajian mendalam. Sebab Dinas Perhubungan (Dishub) menyebut karakteristik titik parkir berbeda-beda.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan, perubahan sistem parkir di Kota Pasuruan jadi e-Parking perlu dikaji. Namun pihaknya sudah menyampaikannya melalui Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda).

“Saat ini kami masih memberlakukan sistem parkir berlangganan. Jadi masyarakat cukup bayar sekali dalam setahun untuk parkir di seluruh titik parkir di Kota Pasuruan. Cuma kami sudah bilang ini ke Pemkot,” ungkapnya.

Andri menjelaskan, kajian nantinya dimungkinkan akan melibatkan pihak ketiga. Seperti ahli perpakiran untuk melihat cocok tidaknya sistem e-Parking dilakukan di Kota Pasuruan. Tentunya kajian juga akan melihat pelaksanaan di daerah lain yang sudah melakukannya lebih dahulu.

Apalagi menurutnya, titik parkir di kota Pasuruan itu memiliki karakteristik yang bervariasi. Misalnya titik parkir di alun-alun Pasuruan yang relatif ramai dari pagi sampai malam karena dekat dengan perbelanjaan. Sementara untuk di Jalan Soekarno-Hatta hanya berfungsi saat siang saja. Karena rata rata di sini pusat pertokoan yang buka hanya sampai sore.

“Karakteristik seperti ini perlu jadi pertimbangan juga. Apa memang sudah cocok atau belum dengan titik parkir di Kota Pasuruan. Ini yang perlu didalami,” sebut Andri. (riz/fun)

GADINGREJO, Radar Bromo – Sistem parkir di Kota Pasuruan saat ini menggunakan parkir berlangganan. Untuk mengubah menjadi sistem e-parking perlu kajian mendalam. Sebab Dinas Perhubungan (Dishub) menyebut karakteristik titik parkir berbeda-beda.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dishub Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan, perubahan sistem parkir di Kota Pasuruan jadi e-Parking perlu dikaji. Namun pihaknya sudah menyampaikannya melalui Badan Perencanaan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappelitbangda).

“Saat ini kami masih memberlakukan sistem parkir berlangganan. Jadi masyarakat cukup bayar sekali dalam setahun untuk parkir di seluruh titik parkir di Kota Pasuruan. Cuma kami sudah bilang ini ke Pemkot,” ungkapnya.

Andri menjelaskan, kajian nantinya dimungkinkan akan melibatkan pihak ketiga. Seperti ahli perpakiran untuk melihat cocok tidaknya sistem e-Parking dilakukan di Kota Pasuruan. Tentunya kajian juga akan melihat pelaksanaan di daerah lain yang sudah melakukannya lebih dahulu.

Apalagi menurutnya, titik parkir di kota Pasuruan itu memiliki karakteristik yang bervariasi. Misalnya titik parkir di alun-alun Pasuruan yang relatif ramai dari pagi sampai malam karena dekat dengan perbelanjaan. Sementara untuk di Jalan Soekarno-Hatta hanya berfungsi saat siang saja. Karena rata rata di sini pusat pertokoan yang buka hanya sampai sore.

“Karakteristik seperti ini perlu jadi pertimbangan juga. Apa memang sudah cocok atau belum dengan titik parkir di Kota Pasuruan. Ini yang perlu didalami,” sebut Andri. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/