alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Dana Belum Ada, Cross Draine di Jalan Gajah Mada Tertunda Lagi

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Rencana Pemkot Pasuruan membangun cross draine untuk mencegah genangan air di Jalan Gajah Mada belum akan terwujud. Pada 2022, anggaran untuk proyek tersebut belum ada.

Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, awalnya, dinas PUPR memang berencana membangun cross draine lewat usulan dalam RAPBD 2022. Namun, rencana itu urung dilakukan karena keterbatasan anggaran.

Pembangunan cross draine itu membutuhkan biaya Rp 1,2 miliar. Sementara pemkot masih berfokus pada penanganan Covid-19. Usulan melalui PAPBD 2022 juga tidak mungkin karena jika menggunakan PAPBD waktunya terlalu mepet. Sebab, program dengan anggaran di atas Rp 200 juta harus melalui lelang.

”Jadi, tahun depan dipastikan belum bisa dibangun. Tentu kami upayakan secepatnya,” ungkapnya.

Gustap menambahkan, genangan yang terjadi di Jalan Gajah Mada selama ini akibat elevasi jalan lebih rendah daripada jalan lain, seperti Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Hasanuddin. Kondisi ini menimbulkan cekungan sehingga genangan susah surut saat hujan turun deras.

Drainase yang melintang itu direncanakan berada di sisi utara dan selatan jalan. Rata-rata memiliki diameter sekitar 50 sentimeter. Karena itu, nantinya cross draine dibangun di bawah jalan setempat. Detail engineering design (DED) sudah disusun PUPR. Pelaksanaan tinggal menunggu anggaran. (riz/far)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Rencana Pemkot Pasuruan membangun cross draine untuk mencegah genangan air di Jalan Gajah Mada belum akan terwujud. Pada 2022, anggaran untuk proyek tersebut belum ada.

Kepala Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Gustap Purwoko menjelaskan, awalnya, dinas PUPR memang berencana membangun cross draine lewat usulan dalam RAPBD 2022. Namun, rencana itu urung dilakukan karena keterbatasan anggaran.

Pembangunan cross draine itu membutuhkan biaya Rp 1,2 miliar. Sementara pemkot masih berfokus pada penanganan Covid-19. Usulan melalui PAPBD 2022 juga tidak mungkin karena jika menggunakan PAPBD waktunya terlalu mepet. Sebab, program dengan anggaran di atas Rp 200 juta harus melalui lelang.

”Jadi, tahun depan dipastikan belum bisa dibangun. Tentu kami upayakan secepatnya,” ungkapnya.

Gustap menambahkan, genangan yang terjadi di Jalan Gajah Mada selama ini akibat elevasi jalan lebih rendah daripada jalan lain, seperti Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Hasanuddin. Kondisi ini menimbulkan cekungan sehingga genangan susah surut saat hujan turun deras.

Drainase yang melintang itu direncanakan berada di sisi utara dan selatan jalan. Rata-rata memiliki diameter sekitar 50 sentimeter. Karena itu, nantinya cross draine dibangun di bawah jalan setempat. Detail engineering design (DED) sudah disusun PUPR. Pelaksanaan tinggal menunggu anggaran. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/