alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Pasien Covid Wajib Isolasi Terpusat, Kecuali Kondisi Ini

PASURUAN, Radar Bromo – Semua warga yang terpapar Covid-19 di Kota Pasuruan dipastikan tidak lagi menjalani isolasi mandiri (isoman). Mereka semua saat ini dirawat di tempat isolasi terpusat (isoter).

Hingga Minggu (22/8), tercatat ada 70 warga kota yang terpapar Covid-19. Sebanyak 36 orang menjalani isolasi di tempat isoter. Kemudian, sekitar 30 orang dirawat di rumah sakit.

“Warga yang sempat menjalani isoman sudah dipindahkan semua ke isoter,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena.

Dia memastikan, semua warga yang positif Covid-19 menjalani isolasi secara terpusat. Tidak lagi menerapkan isoman. “Namun memang ada beberapa yang dikecualikan,” kata Shierly.

Di antaranya, penyandang difabel, ibu hamil dan menyusui, dan warga lanjut usia (lansia). Untuk warga terpapar dengan kategori tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan masih mengizinkan isoman. Sebab, mereka masih memerlukan bantuan keluarga. Sehingga, tak memungkinkan dipindah ke tempat isoter.

Namun demikian, Shierly menegaskan, warga yang isoman tetap dipantau dengan ketat. Asupan vitaminnya dicukupi. Keluarganya juga diminta menerapkan protokol kesehatan satu sama lain.

“Jadi ada empat pihak yang memang karena kondisi, tidak bisa mandiri. Sehingga tetap diperbolehkan isoman,” ungkap Shierly.

PASURUAN, Radar Bromo – Semua warga yang terpapar Covid-19 di Kota Pasuruan dipastikan tidak lagi menjalani isolasi mandiri (isoman). Mereka semua saat ini dirawat di tempat isolasi terpusat (isoter).

Hingga Minggu (22/8), tercatat ada 70 warga kota yang terpapar Covid-19. Sebanyak 36 orang menjalani isolasi di tempat isoter. Kemudian, sekitar 30 orang dirawat di rumah sakit.

“Warga yang sempat menjalani isoman sudah dipindahkan semua ke isoter,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan dr Shierly Marlena.

Dia memastikan, semua warga yang positif Covid-19 menjalani isolasi secara terpusat. Tidak lagi menerapkan isoman. “Namun memang ada beberapa yang dikecualikan,” kata Shierly.

Di antaranya, penyandang difabel, ibu hamil dan menyusui, dan warga lanjut usia (lansia). Untuk warga terpapar dengan kategori tersebut, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan masih mengizinkan isoman. Sebab, mereka masih memerlukan bantuan keluarga. Sehingga, tak memungkinkan dipindah ke tempat isoter.

Namun demikian, Shierly menegaskan, warga yang isoman tetap dipantau dengan ketat. Asupan vitaminnya dicukupi. Keluarganya juga diminta menerapkan protokol kesehatan satu sama lain.

“Jadi ada empat pihak yang memang karena kondisi, tidak bisa mandiri. Sehingga tetap diperbolehkan isoman,” ungkap Shierly.

MOST READ

BERITA TERBARU

/