alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Wabah PMK Tak Buat Pemkot Pasuruan Ubah Target Retribusi RPH

PASURUAN, Radar Bromo – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) belum memengaruhi target pemasukan daerah melalui retribusi di rumah pemotongan hewan (RPH). Tahun ini, Pemkot Pasuruan tetap menarget kenaikan pendapatan retribusi.

Pada 2021, target retribusi di RPH Blandongan Rp 63.175.000. Saat itu, pemkot memang tidak bisa memasang target terlampau tinggi. Nilainya ditentukan dengan kondisi saat itu yang masih pandemi. Daya beli masyarakat cenderung menurun.

Karena itu, penyembelihan hewan di RPH juga berkurang. Tak bisa ditarget sebagaimana kondisi normal. Target tahun lalu ditetapkan berdasar asumsi jumlah hewan yang dipotong di RPH. Setiap hari tidak kurang dari 7 ekor hewan dipotong di RPH.

”Tarif retribusinya Rp 25 ribu,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan Yudie Andi Prasetya. Tidak ada pungutan biaya lainnya. Karena retribusi itu sudah mencakup fasilitas, seperti tempat, air, listrik, dan sebagainya.

Pada 2022 ini, kata Yudie, jumlah hewan yang dipotong di RPH lebih banyak. Setiap hari, ada 10 hingga 11 ekor ternak. Dari jumlah itu, kemudian ditentukan target retribusi tahun ini.

Karena jumlah hewan yang disembelih di RPH bertambah, potensi pendapatan retribusi juga bertambah. Perhitungannya jumlah hewan yang dipotong setiap hari dikalikan 361 hari kerja selama setahun. Kemudian dikalikan Rp 25 ribu nilai retribusi.

”Sehingga target tahun ini juga kami naikkan menjadi Rp 90 juta,” bebernya. (tom/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) belum memengaruhi target pemasukan daerah melalui retribusi di rumah pemotongan hewan (RPH). Tahun ini, Pemkot Pasuruan tetap menarget kenaikan pendapatan retribusi.

Pada 2021, target retribusi di RPH Blandongan Rp 63.175.000. Saat itu, pemkot memang tidak bisa memasang target terlampau tinggi. Nilainya ditentukan dengan kondisi saat itu yang masih pandemi. Daya beli masyarakat cenderung menurun.

Karena itu, penyembelihan hewan di RPH juga berkurang. Tak bisa ditarget sebagaimana kondisi normal. Target tahun lalu ditetapkan berdasar asumsi jumlah hewan yang dipotong di RPH. Setiap hari tidak kurang dari 7 ekor hewan dipotong di RPH.

”Tarif retribusinya Rp 25 ribu,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan Yudie Andi Prasetya. Tidak ada pungutan biaya lainnya. Karena retribusi itu sudah mencakup fasilitas, seperti tempat, air, listrik, dan sebagainya.

Pada 2022 ini, kata Yudie, jumlah hewan yang dipotong di RPH lebih banyak. Setiap hari, ada 10 hingga 11 ekor ternak. Dari jumlah itu, kemudian ditentukan target retribusi tahun ini.

Karena jumlah hewan yang disembelih di RPH bertambah, potensi pendapatan retribusi juga bertambah. Perhitungannya jumlah hewan yang dipotong setiap hari dikalikan 361 hari kerja selama setahun. Kemudian dikalikan Rp 25 ribu nilai retribusi.

”Sehingga target tahun ini juga kami naikkan menjadi Rp 90 juta,” bebernya. (tom/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/