alexametrics
23.7 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

SPBU Khusus Nelayan Perlu Dibangun di Kota Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan terus mencarikan solusi untuk para nelayan yang sulit memperoleh solar. Selain memberikan rekomendasi dan permintaan tambahan kuota, pemkot berencana membangun stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPBN).

Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Imam Subekti menyatakan terus mencari solusi atas masalah nelayan tersebut. Sebab, jika kondisi berlarut-larut, dampaknya juga menimpa kinerja dinasnya.

“Kami kan ada target tangkapan ikan. Kalau banyak nelayan yang tidak melaut akan berdampak kepada kami juga,” katanya.

Imam memastikan dinasnya terus berupaya mencari jalan keluar. Beberapa hari lalu, pemkot mengadakan rapat dan mengundang Pertamina. ”Masalahnya sudah ketemu. Tapi, memang masih kurang. Karena per hari nelayan itu butuh sekitar 15 ribu sampai 20 ribu liter solar,” terangnya.

Jangka pendeknya, dinas perikanan meminta tambahan kuota. Jangka panjangnya, direncanakan membangun SPBN. Tetapi, ini masih rencana. Dia berharap hal itu bisa terealisasi.

Sampai sekarang belum ada SPBN. Nelayan biasanya membeli ke SPBU Karangketug, Bugul, atau Bakalan. ”Jadi nanti kalau ada sendiri, SPBN diharapkan membantu,” tandasnya. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan terus mencarikan solusi untuk para nelayan yang sulit memperoleh solar. Selain memberikan rekomendasi dan permintaan tambahan kuota, pemkot berencana membangun stasiun pengisian bahan bakar untuk nelayan (SPBN).

Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Imam Subekti menyatakan terus mencari solusi atas masalah nelayan tersebut. Sebab, jika kondisi berlarut-larut, dampaknya juga menimpa kinerja dinasnya.

“Kami kan ada target tangkapan ikan. Kalau banyak nelayan yang tidak melaut akan berdampak kepada kami juga,” katanya.

Imam memastikan dinasnya terus berupaya mencari jalan keluar. Beberapa hari lalu, pemkot mengadakan rapat dan mengundang Pertamina. ”Masalahnya sudah ketemu. Tapi, memang masih kurang. Karena per hari nelayan itu butuh sekitar 15 ribu sampai 20 ribu liter solar,” terangnya.

Jangka pendeknya, dinas perikanan meminta tambahan kuota. Jangka panjangnya, direncanakan membangun SPBN. Tetapi, ini masih rencana. Dia berharap hal itu bisa terealisasi.

Sampai sekarang belum ada SPBN. Nelayan biasanya membeli ke SPBU Karangketug, Bugul, atau Bakalan. ”Jadi nanti kalau ada sendiri, SPBN diharapkan membantu,” tandasnya. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/