alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Gus Irsyad Raih Gelar ”Doktor Kapiten” dengan Nilai Sempurna

Kegigihan Gus Irsyad dalam memperjuangkan kopi premium asli Pasuruan itu terbukti. Beragam penghargaan bergengsi diperoleh. Kopi Kapiten terpilih menjadi ”Kopi Terfavorit” dalam World Plantation Conferences and Exhibition (Pameran dan Konferensi Perkebunan Dunia) di Jakarta. Oleh sebuah media di Jakarta, Gus Irsyad sendiri bahkan dianugerahi sebagai pemenang penghargaan Best in Innovation for Agriculture.

Ketika ditanya mengapa memilih disertasi yang mengangkat Kopi Kapiten, Gus Irsyad menjelaskan bahwa Kabupaten Pasuruan merupakan sentra penghasil kopi. Cita rasanya sangat khas dan kuat, yaitu gurih. ”Sayangnya, potensi tersebut belum digali secara optimal. Jadi, masih memiliki peluang untuk dipromosikan dan dipasarkan secara maksimal,” terang bupati kelahiran Pasuruan 10 November 1970 itu.

SUPPORT: Jajaran Forkopimda Kabupaten Pasuruan dan kepala OPD turut mendampingi saat ujian disertasi di Universitas Brawijaya. (Foto: Istimewa)
PERAN KELUARGA: Keberhasilan mencapai gelar doktor tak lepas dari dukungan penuh keluarga Gus Irsyad. (Foto: Istimewa)

Gus Irsyad berharap, hasil penelitiannya tentang kopi Pasuruan ini bisa menjadi referensi berharga di masa depan. Salah satunya, bisa menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan, khususnya dinas pertanian, dalam membangun brand Kapiten menuju daerah atau kawasan agropolitan.

Dalam melakukan penelitian dan menyusun disertasi, lanjut Gus Irsyad, dirinya menggunakan teori Triple Helix. Teori ini merupakan suatu pendekatan yang menciptakan kolaborasi atau kerja sama dari tiga aktor. Yaitu, kalangan akademik, pebisnis, dan pemerintah.

Kegigihan Gus Irsyad dalam memperjuangkan kopi premium asli Pasuruan itu terbukti. Beragam penghargaan bergengsi diperoleh. Kopi Kapiten terpilih menjadi ”Kopi Terfavorit” dalam World Plantation Conferences and Exhibition (Pameran dan Konferensi Perkebunan Dunia) di Jakarta. Oleh sebuah media di Jakarta, Gus Irsyad sendiri bahkan dianugerahi sebagai pemenang penghargaan Best in Innovation for Agriculture.

Ketika ditanya mengapa memilih disertasi yang mengangkat Kopi Kapiten, Gus Irsyad menjelaskan bahwa Kabupaten Pasuruan merupakan sentra penghasil kopi. Cita rasanya sangat khas dan kuat, yaitu gurih. ”Sayangnya, potensi tersebut belum digali secara optimal. Jadi, masih memiliki peluang untuk dipromosikan dan dipasarkan secara maksimal,” terang bupati kelahiran Pasuruan 10 November 1970 itu.

SUPPORT: Jajaran Forkopimda Kabupaten Pasuruan dan kepala OPD turut mendampingi saat ujian disertasi di Universitas Brawijaya. (Foto: Istimewa)
PERAN KELUARGA: Keberhasilan mencapai gelar doktor tak lepas dari dukungan penuh keluarga Gus Irsyad. (Foto: Istimewa)

Gus Irsyad berharap, hasil penelitiannya tentang kopi Pasuruan ini bisa menjadi referensi berharga di masa depan. Salah satunya, bisa menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan, khususnya dinas pertanian, dalam membangun brand Kapiten menuju daerah atau kawasan agropolitan.

Dalam melakukan penelitian dan menyusun disertasi, lanjut Gus Irsyad, dirinya menggunakan teori Triple Helix. Teori ini merupakan suatu pendekatan yang menciptakan kolaborasi atau kerja sama dari tiga aktor. Yaitu, kalangan akademik, pebisnis, dan pemerintah.

MOST READ

BERITA TERBARU

/