alexametrics
23.1 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Dirjen Pajak Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Pengungkapan Sukarela

MALANG, Radar Bromo – Berlomba dengan waktu, Kantor Wilayah Direktoral Jenderal Pajak Jawa Timur (Kanwil DJP Jatim) III mengajak masyarakat memanfaatkan Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Karena PPS ini akan ditutup sampai 30 Juni 2022 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kanwil DJP Jatim III Farid Bachtiar saat sosialisasi PPS di Cemara Ballroom, Singosari Malang, Jumat (20/5) lalu. Sosialisasi mengundang berbagai elemen masyarakat termasuk Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di wilayah kerja Kanwil DJP jatim 3 termasuk awak media. Agar di sisa waktu kurang lebih 1 bulan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh wajib pajak.

PPS adalah kelanjutan dari program Tax Amnesty tahun 2016 lalu. Di tahun 2022 ini berlanjut dengan program PPS yang dibuka sejak 1 Januari dan ditutup 30 Juni mendatang. PPS adalah mengungkapkan harta yang belum dilaporkan kepada Kantor Pajak. Harta yang telah diungkapkan dalam Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta (SPPH) tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan, atau penuntutan pidana terhadap wajib pajak.

“Artinya, peserta PPS tidak lagi bisa menjadi target pemeriksaan untuk tahun pajak 2016-2020,” ungkap Farid.

Tercatat sampai 17 Mei, ada sebanyak 1.936 wajib pajak yang terdaftar di wilayah kerja Kanwil DJP Jawa Timur III telah memanfaatkan program PPS. Adapun jumlah aset wajib pajak yang diungkapkan senilai 2,3 triliun rupiah, dengan PPh Final disetor sebesar 238 miliar rupiah.

“Jumlah ini masih di bawah yang diharapkan menurut hitungan kami sebesar 400 miliar rupiah,” lanjutnya.

MALANG, Radar Bromo – Berlomba dengan waktu, Kantor Wilayah Direktoral Jenderal Pajak Jawa Timur (Kanwil DJP Jatim) III mengajak masyarakat memanfaatkan Program Pengungkapan Sukarela (PPS). Karena PPS ini akan ditutup sampai 30 Juni 2022 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kanwil DJP Jatim III Farid Bachtiar saat sosialisasi PPS di Cemara Ballroom, Singosari Malang, Jumat (20/5) lalu. Sosialisasi mengundang berbagai elemen masyarakat termasuk Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di wilayah kerja Kanwil DJP jatim 3 termasuk awak media. Agar di sisa waktu kurang lebih 1 bulan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh wajib pajak.

PPS adalah kelanjutan dari program Tax Amnesty tahun 2016 lalu. Di tahun 2022 ini berlanjut dengan program PPS yang dibuka sejak 1 Januari dan ditutup 30 Juni mendatang. PPS adalah mengungkapkan harta yang belum dilaporkan kepada Kantor Pajak. Harta yang telah diungkapkan dalam Surat Pemberitahuan Pengungkapan Harta (SPPH) tidak dapat dijadikan sebagai dasar penyelidikan, penyidikan, atau penuntutan pidana terhadap wajib pajak.

“Artinya, peserta PPS tidak lagi bisa menjadi target pemeriksaan untuk tahun pajak 2016-2020,” ungkap Farid.

Tercatat sampai 17 Mei, ada sebanyak 1.936 wajib pajak yang terdaftar di wilayah kerja Kanwil DJP Jawa Timur III telah memanfaatkan program PPS. Adapun jumlah aset wajib pajak yang diungkapkan senilai 2,3 triliun rupiah, dengan PPh Final disetor sebesar 238 miliar rupiah.

“Jumlah ini masih di bawah yang diharapkan menurut hitungan kami sebesar 400 miliar rupiah,” lanjutnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/