alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Rehab Trotoar Jalan Hayam Wuruk Batal, Hanya Bisa Pemeliharaan Rutin

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo- Rencana Pemkot Pasuruan merehab trotoar Jalan Hayam Wuruk, batal. Alasannya, anggaran yang sempat dialokasikan tahun lalu dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Rencana itu pun tak dilanjutkan.

Pemkot hanya membenahi drainase di kawasan tersebut dengan pemeliharaan rutin. Tidak lagi sesuai rencana awal yang rencananya akan memisah trotoar dengan drainase. “Intinya, tetap dilakukan normalisasi,” ujar Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PUPR Kota Pasuruan Akung Novajanto.

Menurutnya, normalisasi menjadi pekerjaan krusial yang mendesak. Kawasan ini kerap menjadi langganan genangan saat musim hujan. Pemicunya, banyak akar pohon yang menghalangi drainase. Tetapi, setelah anggaran senilai Rp1 milair di-refocusing, pihaknya tak bisa merehab total trotoar dan drainasenya. “Makanya kemarin kami bongkar untuk membuat segmental di dalam drainase,” ujar Akung.

Akung mengaku hanya bisa menambah bak kontrol di sepanjang trotoar. Agar memudahkan petugas saat melakukan normalisasi. Begitu juga dengan akar pepohonan yang tingginya sudah lebih dari lima meter. Dipangkasi supaya tak menghambat aliran air.

“Sekarang bak kontrolnya lebih rapat. Sebelumnya berjarak delapan meter. Sekarang kami coba dengan tiga meter mulai dari barat sampai timur,” jelasnya.

Cara itu, kata Akung, terbukti lebih praktis mengatasi genangan. Sebelumnya, di kawasan yang banyak ditempati pedagang kaki lima (PKL) itu tergenang seharian bila musim hujan. “Kemarin setelah penanganan selesai, hanya beberapa jam sudah surut,” ujarnya. (tom/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo- Rencana Pemkot Pasuruan merehab trotoar Jalan Hayam Wuruk, batal. Alasannya, anggaran yang sempat dialokasikan tahun lalu dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19. Rencana itu pun tak dilanjutkan.

Pemkot hanya membenahi drainase di kawasan tersebut dengan pemeliharaan rutin. Tidak lagi sesuai rencana awal yang rencananya akan memisah trotoar dengan drainase. “Intinya, tetap dilakukan normalisasi,” ujar Kepala Bidang Bina Marga di Dinas PUPR Kota Pasuruan Akung Novajanto.

Menurutnya, normalisasi menjadi pekerjaan krusial yang mendesak. Kawasan ini kerap menjadi langganan genangan saat musim hujan. Pemicunya, banyak akar pohon yang menghalangi drainase. Tetapi, setelah anggaran senilai Rp1 milair di-refocusing, pihaknya tak bisa merehab total trotoar dan drainasenya. “Makanya kemarin kami bongkar untuk membuat segmental di dalam drainase,” ujar Akung.

Mobile_AP_Half Page

Akung mengaku hanya bisa menambah bak kontrol di sepanjang trotoar. Agar memudahkan petugas saat melakukan normalisasi. Begitu juga dengan akar pepohonan yang tingginya sudah lebih dari lima meter. Dipangkasi supaya tak menghambat aliran air.

“Sekarang bak kontrolnya lebih rapat. Sebelumnya berjarak delapan meter. Sekarang kami coba dengan tiga meter mulai dari barat sampai timur,” jelasnya.

Cara itu, kata Akung, terbukti lebih praktis mengatasi genangan. Sebelumnya, di kawasan yang banyak ditempati pedagang kaki lima (PKL) itu tergenang seharian bila musim hujan. “Kemarin setelah penanganan selesai, hanya beberapa jam sudah surut,” ujarnya. (tom/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2