alexametrics
28 C
Probolinggo
Monday, 17 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Bulan Depan Verifikasi Bantuan Rehab RTLH Harus Rampung

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo- Pemkot Pasuruan terus berusaha mempercepat warga miskin memiliki rumah yang layak huni. Tahun ini, 200 unit rumah tidak layak huni (RTLH) diusulkan mendapat bantuan rehab. Kini, calon penerima bantuan itu tengah diverifikasi. Targetnya, bulan depan rampung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Dyah Ermitasari mengatakan, ada beberapa kriteria yang mesti dipenuhi penerima bantuan rehab RTLH. Verifikasi lapangan menjadi persiapan awal yang penting dilakukan. Agar bantuan yang dikucurkan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Menurut Mita -sapaan akrab Dyah Ermitasari-, tim verifikasi lapangan bertugas memastikan kelayakan bangunan dan aspek kesehatan lingkungan. “Tim verifikasi juga mengecek kondisi rumah yang diusulkan mendapat bantuan rehab. Sekarang tinggal beberapa saja. Kami menargetkan akhir Mei nanti sudah selesai,” ujarnya.

Selain verifikasi lapangan, beberapa syarat lain juga harus terpenuhi. “Yang utama, syarat penerima bantuan RTLH itu harus tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ujar Mita.

Bantuan juga akan diberikan bila calon penerima bisa menunjukkan dokumen kepemilikan tanah. Jika rumah yang berdiri di atas lahan yang sedang dalam sengketa, dipastikan bantuannya tidak diberikan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, tidak semua bakal penerima bantuan RTLH yang diusulkan lolos verifikasi. Mita menyebutkan, dikarenakan tidak terpenuhinya syarat yang ditentukan. “Setelah verifikasi selesai, nanti dilanjutkan dengan penyaluran bantuan,” bebernya.

Nilai bantuan rehab RTLH itu tak berbeda dengan tahun lalu. Sebesar Rp 17,5 juta untuk masing-masing penerima. Ketentuan pembelanjaannya sudah diatur dalam Perwali. Sebesar 70 persen atau Rp 12,5 juta untuk bahan material. Sisanya, Rp 5 juta untuk membayar pekerja. (tom/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo- Pemkot Pasuruan terus berusaha mempercepat warga miskin memiliki rumah yang layak huni. Tahun ini, 200 unit rumah tidak layak huni (RTLH) diusulkan mendapat bantuan rehab. Kini, calon penerima bantuan itu tengah diverifikasi. Targetnya, bulan depan rampung.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Dyah Ermitasari mengatakan, ada beberapa kriteria yang mesti dipenuhi penerima bantuan rehab RTLH. Verifikasi lapangan menjadi persiapan awal yang penting dilakukan. Agar bantuan yang dikucurkan pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Menurut Mita -sapaan akrab Dyah Ermitasari-, tim verifikasi lapangan bertugas memastikan kelayakan bangunan dan aspek kesehatan lingkungan. “Tim verifikasi juga mengecek kondisi rumah yang diusulkan mendapat bantuan rehab. Sekarang tinggal beberapa saja. Kami menargetkan akhir Mei nanti sudah selesai,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Selain verifikasi lapangan, beberapa syarat lain juga harus terpenuhi. “Yang utama, syarat penerima bantuan RTLH itu harus tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” ujar Mita.

Bantuan juga akan diberikan bila calon penerima bisa menunjukkan dokumen kepemilikan tanah. Jika rumah yang berdiri di atas lahan yang sedang dalam sengketa, dipastikan bantuannya tidak diberikan.

Pada tahun-tahun sebelumnya, tidak semua bakal penerima bantuan RTLH yang diusulkan lolos verifikasi. Mita menyebutkan, dikarenakan tidak terpenuhinya syarat yang ditentukan. “Setelah verifikasi selesai, nanti dilanjutkan dengan penyaluran bantuan,” bebernya.

Nilai bantuan rehab RTLH itu tak berbeda dengan tahun lalu. Sebesar Rp 17,5 juta untuk masing-masing penerima. Ketentuan pembelanjaannya sudah diatur dalam Perwali. Sebesar 70 persen atau Rp 12,5 juta untuk bahan material. Sisanya, Rp 5 juta untuk membayar pekerja. (tom/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2