alexametrics
31C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Terdampak Pandemi, Batal Bangun Kios Plaza di Banyubiru

WINONGAN, Radar Bromo – Rencana peningkatan sarana dan prasarana di Pemandian Alam Banyubiru tahun ini juga terdampak pandemi. Ini, lantaran anggaran yang turun dari pusat dialihkan untuk penanganan virus Covid-19. Sehingga, pembangunan plaza untuk kios pedagang batal dilakukan tahun ini.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, tahun ini dari pusat memang ada anggaran untuk pembangunan Plaza untuk kios pedagang di Pemandian Alam Banyubiru.

“Namun, karena anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sehingga DAK ini dibatalkan dan dialihkan untuk penanganan Covid-19,” terang Gunawan.

Gunawan menerangkan, saat ini baik pemerintah pusat maupun daerah banyak yang anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19. Termasuk pembangunan sarpras dan fisik yang masih bisa ditunda ke depannya.

Apalagi kondisi Pemandian Alam Banyubiru saat ini juga masih tutup dan tidak beroperasi sejak pertengahan Maret lalu. “Karena dibatalkan pembangunan untuk plaza kios pedagang, ya kami berharap tetap bisa dialihkan tahun depan. Yang terpenting penanganan Covid-19 bisa segera mereda di Indonesia,” jelasnya.

Sebelumnya, Pemandian Alam Banyubiru mendapatkan anggaran pembangunan plaza kios pedagang sebesar Rp 2 miliar dari anggaran DAK pusat. Anggaran ini dalam rangka menunjang wisata di sekitar 10 destinasi unggulan sekitar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Dari anggaran tersebut, rencananya untuk membangun ulang kios pedagang di sebelah selatan kolam alami menjadi plaza pusat jajanan dan kompleks pertokoan. Namun, rencana tersebut sementara batal tahun ini dan berharap tetap bisa diberikan dan dibangun setelah wabah Covid-19 mereda. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU