alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Tambal Sulam Jalan Nasional Pasuruan-Probolinggo Terus Dikebut

BANGIL, Radar Bromo – Pemeliharaan jalan nasional oleh Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII tak terimbas wabah korona. Sejauh ini proses tambal sulam jalan pantura di wilayah Pasuruan-Probolinggo terus berjalan.

Meski pemerintah pusat sudah resmi melarang mudik saat Lebaran, namun BBPJN tetap menggenjot perbaikan jalan di jalur pantura. Ini, lantaran angkutan barang dan sembako tetap tinggi saat Ramadan dan Lebaran nanti.

“Untuk kendaraan pribadi atau masyarakat umum memang akan ada kecenderungan turun. Namun, angkutan tonase tinggi yang muat barang dan sembako diprediksi tetap ada. Bahkan, cenderung tinggi saat Ramadan dan Lebaran,” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo Rudi Napitupulu.

Sehingga, dari Balai Besar menjelang Ramadan dan saat Ramadan nanti, tetap terus menggenjot kegiatan perbaikan jalan. Perbaikan jalan untuk menambal jalan-jalan yang rusak imbas banjir dan genangan air.

Dikatakannya, pada pertengahan April ini kondisi masih ada hujan bahkan jika hujan deras mengakibatkan genangan bahkan banjir. “Jadi, karena ada genangan air ini, kondisi jalan berlubang dan rusak. Ditambah ada kendaraan tonase besar. Sehingga titik-titik lubang kendati ada yang ditambal masih ada lagi,” terangnya.

Selama pandemi, Balai Besar sendiri tetap menerjunkan 2 tim untuk menyisir dan memetakan kondisi jalan. Mulai dari Gempol sampai Probolinggo.

Untuk keamanan pekerja, sudah diterapkan protokol kesehatan. Yakni, wajib mengenakan masker dan mengatur jarak satu sama lain. Termasuk pekerja juga dicek suhu tubuh 3 kali sehari.

“Dicek suhu tubuh ini untuk melihat kondisi petugas dan kami juga memberikan rutin vitamin agar imun terjaga,” terangnya.

Tercatat dari data Balai Besar, pertengahan Maret lalu ada sisa 300 lubang di sepanjang jalan nasional Pasuruan-Probolinggo. Kendati masih sudah ditambal, namun masih ada lubang dan jalan rusak baru di sepanjang jalan.

“Sehingga, kami terus melakukan penambalan. Dan kendati ada larangan mudik. Perbaikan tetap kami genjot sehingga angkutan barang dan sembako tetap nyaman melintas di jalur pantura,” bebernya. (eka/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Pemeliharaan jalan nasional oleh Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII tak terimbas wabah korona. Sejauh ini proses tambal sulam jalan pantura di wilayah Pasuruan-Probolinggo terus berjalan.

Meski pemerintah pusat sudah resmi melarang mudik saat Lebaran, namun BBPJN tetap menggenjot perbaikan jalan di jalur pantura. Ini, lantaran angkutan barang dan sembako tetap tinggi saat Ramadan dan Lebaran nanti.

“Untuk kendaraan pribadi atau masyarakat umum memang akan ada kecenderungan turun. Namun, angkutan tonase tinggi yang muat barang dan sembako diprediksi tetap ada. Bahkan, cenderung tinggi saat Ramadan dan Lebaran,” terang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo Rudi Napitupulu.

Sehingga, dari Balai Besar menjelang Ramadan dan saat Ramadan nanti, tetap terus menggenjot kegiatan perbaikan jalan. Perbaikan jalan untuk menambal jalan-jalan yang rusak imbas banjir dan genangan air.

Dikatakannya, pada pertengahan April ini kondisi masih ada hujan bahkan jika hujan deras mengakibatkan genangan bahkan banjir. “Jadi, karena ada genangan air ini, kondisi jalan berlubang dan rusak. Ditambah ada kendaraan tonase besar. Sehingga titik-titik lubang kendati ada yang ditambal masih ada lagi,” terangnya.

Selama pandemi, Balai Besar sendiri tetap menerjunkan 2 tim untuk menyisir dan memetakan kondisi jalan. Mulai dari Gempol sampai Probolinggo.

Untuk keamanan pekerja, sudah diterapkan protokol kesehatan. Yakni, wajib mengenakan masker dan mengatur jarak satu sama lain. Termasuk pekerja juga dicek suhu tubuh 3 kali sehari.

“Dicek suhu tubuh ini untuk melihat kondisi petugas dan kami juga memberikan rutin vitamin agar imun terjaga,” terangnya.

Tercatat dari data Balai Besar, pertengahan Maret lalu ada sisa 300 lubang di sepanjang jalan nasional Pasuruan-Probolinggo. Kendati masih sudah ditambal, namun masih ada lubang dan jalan rusak baru di sepanjang jalan.

“Sehingga, kami terus melakukan penambalan. Dan kendati ada larangan mudik. Perbaikan tetap kami genjot sehingga angkutan barang dan sembako tetap nyaman melintas di jalur pantura,” bebernya. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/