alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Puskesmas Sumberpitu Edukasi Pasien-Beri Tablet untuk Cegah Stunting

TUTUR, Radar Bromo – Sejak tahun 2020 lalu, Kabupaten Pasuruan menjadi lokus stunting. Di tahun 2022 ini, Desa Sumberpitu, Kecamatan Tutur yang termasuk dalam salah satu desa wilayah kerja Puskesmas Sumberpitu, menjadi lokus stunting. Sehingga penanganan persoalan stunting juga menjadi fokus utama.

Menangani stunting tidak hanya sektor kesehatan saja yang berperan. Perlu peran serta dari semua sektor dan tentu saja dari masyarakat. “Di seribu hari pertama kehidupan, harus dijaga kebutuhan nutrisi ibu dan bayinya. Menjaga bayi agar tidak mudah sakit serta menjaga sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bersih,” ujar dr Dian Megawati, Kepala Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas Sumberpitu.

Saat menangani stunting, Puskesmas Sumberpitu bersinergi bersama lintas sector. Termasuk menggandeng TP PKK desa dan kader kesehatan, yang rutin memantau kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi dan balita yang ada di wilayah desa.

“Puskesmas Sumberpitu membuat inovasi untuk mengurangi stunting melalui Debat Stunting. Kepanjangan dari Demo Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting,” imbuh Dian Megawati.

Debat Stunting merupakan kegiatan edukasi kepada ibu hamil, untuk minum tablet tambah darah selama 90 hari. Dalam kegiatan ini, bidan desa bersinergi dengan kader kesehatan membentuk grup ‘Bumil Sehat’ untuk memantau ibu hamil minum tablet tambah darah setiap hari selama 90 hari pada malam hari. (zal/fun)

TUTUR, Radar Bromo – Sejak tahun 2020 lalu, Kabupaten Pasuruan menjadi lokus stunting. Di tahun 2022 ini, Desa Sumberpitu, Kecamatan Tutur yang termasuk dalam salah satu desa wilayah kerja Puskesmas Sumberpitu, menjadi lokus stunting. Sehingga penanganan persoalan stunting juga menjadi fokus utama.

Menangani stunting tidak hanya sektor kesehatan saja yang berperan. Perlu peran serta dari semua sektor dan tentu saja dari masyarakat. “Di seribu hari pertama kehidupan, harus dijaga kebutuhan nutrisi ibu dan bayinya. Menjaga bayi agar tidak mudah sakit serta menjaga sanitasi lingkungan khususnya ketersediaan air bersih,” ujar dr Dian Megawati, Kepala Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas Sumberpitu.

Saat menangani stunting, Puskesmas Sumberpitu bersinergi bersama lintas sector. Termasuk menggandeng TP PKK desa dan kader kesehatan, yang rutin memantau kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi dan balita yang ada di wilayah desa.

“Puskesmas Sumberpitu membuat inovasi untuk mengurangi stunting melalui Debat Stunting. Kepanjangan dari Demo Pemberian Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil untuk Mencegah Stunting,” imbuh Dian Megawati.

Debat Stunting merupakan kegiatan edukasi kepada ibu hamil, untuk minum tablet tambah darah selama 90 hari. Dalam kegiatan ini, bidan desa bersinergi dengan kader kesehatan membentuk grup ‘Bumil Sehat’ untuk memantau ibu hamil minum tablet tambah darah setiap hari selama 90 hari pada malam hari. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/