alexametrics
29C
Probolinggo
Tuesday, 26 January 2021

Jumlah Gepeng yang Terjaring Razia di Kab Pasuruan Meningkat

PASURUAN, Radar Bromo – Sepanjang 2019, jumlah gelandangan dan pengemis (gepeng) yang terjaring razia dan dibawa ke Rumah Singgah Bina Hati Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan mencapai 81 orang. Jumlah ini jauh lebih banyak dari tahun 2018 lalu yang hanya 49 orang.

Tri Hadi Sulandjari, kabid Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Kabupaten Pasuruan mengatakan, jumlah gepeng yang terkena razia memang tidak bisa diprediksi. Kondisi itu sangat bergantung pada situasi di lapangan.

“Biasanya, ditemukan baik dirazia dari Satpol PP juga Dinas Sosial secara mandiri lewat Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). Saat ada laporan dari masyarakat, kami juga akan mengamankan gepeng yang berada di jalanan,” terang Tri Hadi.

Dijelaskan, dari gepeng yang terazia tahun ini, tercatat hanya sekitar 5 persen yang asli Kabupaten Pasuruan. Sedangkan sisanya justru dari luar daerah. Mulai Kota Pasuruan, Madura, Jember, dan daerah lainnya di Jawa Timur.

Biasanya setelah diamankan, gepeng tersebut dibawa ke rumah singgah untuk dibersihkan, juga ditanyai terkait jati diri dan penanganan psikologi. Untuk gepeng ada yang karena fakir miskin, ada juga yang karena sudah pikun sehingga lupa pulang ke rumah.

“Karena itu, biasanya akan kami data. Apakah ada yang diingat. Kalau ada yang ingat keluarganya, maka kami telusuri agar bisa kembali ke keluarganya,” jelasnya.

Untuk gepeng yang dari luar daerah, Dinsos bekerja sama dengan Dinsos asal agar bisa dikembalikan ke keluarganya. Namun, jika kesulitan mengingat ataupun gangguan yang cukup parah biasanya dibawa ke RSJ (rumah sakit jiwa) atau kalau lupa jati diri dibawa ke Panti Asuhan Bina Laras, Kediri. (eka/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU