alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Mau Bangun Gedung Baru, Gedung Lama SDN Gentong Dibongkar

PASURUAN, Radar Bromo – Pembangunan gedung baru untuk SDN Gentong akhirnya bisa dilakukan. Saat ini, gedung kelas yang ambruk pada 2019 itu mulai dibongkar dan segera dibangun gedung baru.

Senin (21/12), pembongkaran dimulai setelah police line atau garis polisi yang selama ini mengelilingi gedung sekolah itu dilepas. Garis polisi itu dilepas setelah ada penetapan dari PN Tipikor Surabaya yang kini tengah mengadili dugaan kasus korupsi proyek pembangunan gedung sekolah tersebut.

Sejumlah tukang pun dikerahkan untuk menurunkan genting, kemarin. Mereka menggelar doa bersama sebelum mengawali pekerjaan. Hal itu dilakukan demi keselamatan bersama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Mualif Arif mengatakan, pihaknya sebelumnya mengajukan permohonan untuk merobohkan gedung itu ke pengadilan. Sebab, selama ada garis polisi pihaknya tak memiliki kewenangan untuk membongkar gedung.

“Akhirnya kami dapat persetujuan dari pengadilan untuk melepas police line di sana. Berita acaranya kami terima Selasa lalu dari pengadilan melalui kejaksaan,” ungkap Ayik –sapaan Mualif Arif.

Karena itu, pihaknya langsung membongkar gedung sekolah itu. Tujuannya agar pembangunan gedung baru bisa segera dilaksanakan. Kata Ayik, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk membongkar gedung itu pada tahun ini.

“Hari ini mulai dibongkar, karena anggarannya sudah kami alokasikan tahun ini,” terang Ayik.

Dia menyebut, pembongkaran gedung sekolah itu tak akan berlangsung lama. Bahkan, Ayik memperkirakan pembongkaran bisa selesai dalam beberapa hari saja.

Sehingga, bisa dilanjutkan pembangunan gedung baru. Karena untuk membangun gedung yang baru, memang perlu membongkar gedung lama itu sebagai akses jalan proyek.

Pembangunan gedung baru sendiri akan ditangani oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar untuk merealisasikan gedung baru itu.

“Gedung yang akan dibangun nanti terdiri dari delapan ruang kelas dengan model bangunan dua lantai,” tandas Ayik. (tom/hn/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Pembangunan gedung baru untuk SDN Gentong akhirnya bisa dilakukan. Saat ini, gedung kelas yang ambruk pada 2019 itu mulai dibongkar dan segera dibangun gedung baru.

Senin (21/12), pembongkaran dimulai setelah police line atau garis polisi yang selama ini mengelilingi gedung sekolah itu dilepas. Garis polisi itu dilepas setelah ada penetapan dari PN Tipikor Surabaya yang kini tengah mengadili dugaan kasus korupsi proyek pembangunan gedung sekolah tersebut.

Sejumlah tukang pun dikerahkan untuk menurunkan genting, kemarin. Mereka menggelar doa bersama sebelum mengawali pekerjaan. Hal itu dilakukan demi keselamatan bersama.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan, Mualif Arif mengatakan, pihaknya sebelumnya mengajukan permohonan untuk merobohkan gedung itu ke pengadilan. Sebab, selama ada garis polisi pihaknya tak memiliki kewenangan untuk membongkar gedung.

“Akhirnya kami dapat persetujuan dari pengadilan untuk melepas police line di sana. Berita acaranya kami terima Selasa lalu dari pengadilan melalui kejaksaan,” ungkap Ayik –sapaan Mualif Arif.

Karena itu, pihaknya langsung membongkar gedung sekolah itu. Tujuannya agar pembangunan gedung baru bisa segera dilaksanakan. Kata Ayik, pihaknya sudah mengalokasikan anggaran untuk membongkar gedung itu pada tahun ini.

“Hari ini mulai dibongkar, karena anggarannya sudah kami alokasikan tahun ini,” terang Ayik.

Dia menyebut, pembongkaran gedung sekolah itu tak akan berlangsung lama. Bahkan, Ayik memperkirakan pembongkaran bisa selesai dalam beberapa hari saja.

Sehingga, bisa dilanjutkan pembangunan gedung baru. Karena untuk membangun gedung yang baru, memang perlu membongkar gedung lama itu sebagai akses jalan proyek.

Pembangunan gedung baru sendiri akan ditangani oleh Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar untuk merealisasikan gedung baru itu.

“Gedung yang akan dibangun nanti terdiri dari delapan ruang kelas dengan model bangunan dua lantai,” tandas Ayik. (tom/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/