alexametrics
25.9 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Pemilih-Petugas Wajib Jaga Jarak saat Pilwali 9 Desember Nanti

PASURUAN, Radar Bromo – Kurang dari tiga pekan lagi, masyarakat Kota Pasuruan akan menentukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk periode lima tahun ke depan. KPU terus menyiapkan diri agar pemungutan suara nanti berjalan dengan baik.

Sabtu (21/11), simulasi pemungutan dan penghitungan suara dilakukan di halaman GOR Untung Suropati Kota Pasuruan. Simulasi itu diperlukan untuk memastikan seluruh tahapan pemungutan suara bisa diterapkan pada hari H. Selain itu, simulasi juga ditekankan pada penerapan protokol kesehatan karena Pilwali kali ini digelar di tengah pandemi Covid-19.

Seluruh petugas dan pemilih yang ada di TPS diwajibkan memakai alat pelindung diri. Petugas KPPS dan Linmas mengenakan sarung tangan, face shield dan masker. Sedangkan seluruh pemilih juga bermasker. Mereka lebih dulu dicek suhu tubuhnya sebelum memasuki TPS. Kemudian diarahkan untuk mencuci tangan di sarana yang disediakan. Mereka lalu mengantre dengan jarak satu sama lain sebelum dipanggil untuk masuk ke bilik suara.

HANYA SIMULASI: Proses penghitungan suara pemilu yang kemarin dipraktikkan saat simulasi. (Foto M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Pemilih lalu diberikan surat suara dan sarung tangan sekali pakai. Setelah mencoblos dan memasukkan surat suara ke dalam kotak, pemilih diminta melepaskan sarung tangan. Jika biasanya jari dicelupkan ke dalam tinta, lantaran pandemi, tinta akan diteteskan pada jari pemilih.

Ketua KPU RI Arief Budiman mengatakan simulasi itu dilakukan untuk melatih KPPS yang akan bertugas saat pemungutan suara 9 Desember mendatang. Pihaknya ingin memastikan regulasi benar-benar dipahami oleh petugas. Dengan demikian, potensi konflik sepanjang tahapan pemungutan suara itu bisa diminimalisasi.

“Kalau petugasnya tidak paham, maka ada potensi konflik. Jadi kami ingin pastikan regulasi itu diterapkan dengan baik,” kata Arief.

Dia juga menjelaskan sistem informasi rekapitulasi (Sirekap) yang akan diterapkan pada Pilkada serentak tahun ini. Arief menyebut aplikasi itu akan memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi mengenai hasil rekapitulasi suara. Karena menggunakan sarana teknologi, informasi yang sampai ke masyarakat juga akan lebih cepat.

“Sirekap ini mengubah hal mendasar dari rekapitulasi manual menjadi digital. Cita-cita KPU ingin Sirekap ini menjadi dasar penetapan,” katanya.

Penerapan Sirekap pada Pilkada serentak kali ini, kata Arief, sekaligus menjadi upaya persiapan menuju Pemilu 2024. Apabila penyelenggara bisa sukses menerapkan Sirekap, bukan tidak mungkin sirekap akan dijadikan dasar penetapan hasil pemilihan pada Pemilu yang akan datang.

“Ini juga akan mempercepat waktu rekapitulasi. Kalau pemilihan kepala daerah, penetapan maksimal tujuh hari. Dengan Sirekap nantinya bisa dipersingkat menjadi 6 jam,” jelasnya.

Selain itu, Sirekap juga dianggap akan lebih efisien di tengah pandemi saat ini. Sebab pihaknya juga harus mengurangi intensitas pertemuan tatap muka. “Maka ini menjadi fondasi kuat untuk Pemilu 2024 yang baik. Kalau gagal di 2020, ada ancaman pada 2024. Saya harap semua penyelenggara menjalankan tugasnya dengan baik dan serius,” tandasnya. (tom/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR