alexametrics
31.9 C
Probolinggo
Thursday, 29 July 2021

Konfirmasi Positif Fluktuatif, Tingkat Kesembuhan Pasien Turun

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Keputusan memperpanjang PPKM Darurat bagi pemerintah, semata-mata untuk menurunkan angka Covid-19. Di Kota Pasuruan saat ini, angka konfirmasi mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat tingkat kesembuhan menjadi turun. Saat ini tingkat kesembuhan pasien Covid 19 berada di angka 69,51 persen.

Angka konfirmasi Covid-19 sempat menurun pada Senin (19/7) sebanyak 19 kasus. Namun angka ini kembali naik pada Selasa (20/7) sebanyak 62 kasus. Sementara Rabu (21/7), konfirmasi Covid-19 di Kota Pasuruan kembali turun sebanyak 21 kasus. Saat ini, ada 636 pasien konfirmasi yang sedang dirawat.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat mengungkapkan beberapa waktu ini, kasus konfirmasi positif sedang naik, maka tingkat kesembuhan turun. Nantinya, tingkat kesembuhan akan naik kembali ketika pasien yang saat ini masih positif aktif dinyatakan sembuh.

“Saat ini sebenarnya sudah mulai berangsur naik. Tapi baru dapat terlihat setelah beberapa waktu ini yang positif dinyatakan sembuh. Semoga masyarakat patuh prokes saat perayaan Idul Adha. Maka penurunan kasus aktif sangat penting,” ungkapnya.

Kokoh menjelaskan tingkat kematian pasien Covid-19 di Kota Pasuruan sebesar 6,8 persen. Angka ini sama dengan Jatim. Secara nasional, kematian di Jatim akibat Covid-19 memang tinggi. Sebab banyak pasien yang sudah dalam kondisi parah, baru dibawa ke rumah sakit. Karena itu penting bagi pasien untuk dibawa secepat mungkin ke rumah sakit.

Meski demikian, satgas melihat dalam beberapa hari terakhir ini, kasus konfirmasi positif harian mengalami penurunan. Artinya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat mulai dirasakan dampaknya untuk menekan penyebaran. Sebelumnya, di awal awal PPKM, konfirmasi harian selalu berada di atas angka 50 kasus.

“PPKM Darurat sudah mulai terasa dampaknya. Mobilitas warga menjadi menurun. Cuma Kota Pasuruan menjadi zona merah lagi,” sebut Kokoh. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Keputusan memperpanjang PPKM Darurat bagi pemerintah, semata-mata untuk menurunkan angka Covid-19. Di Kota Pasuruan saat ini, angka konfirmasi mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat tingkat kesembuhan menjadi turun. Saat ini tingkat kesembuhan pasien Covid 19 berada di angka 69,51 persen.

Angka konfirmasi Covid-19 sempat menurun pada Senin (19/7) sebanyak 19 kasus. Namun angka ini kembali naik pada Selasa (20/7) sebanyak 62 kasus. Sementara Rabu (21/7), konfirmasi Covid-19 di Kota Pasuruan kembali turun sebanyak 21 kasus. Saat ini, ada 636 pasien konfirmasi yang sedang dirawat.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat mengungkapkan beberapa waktu ini, kasus konfirmasi positif sedang naik, maka tingkat kesembuhan turun. Nantinya, tingkat kesembuhan akan naik kembali ketika pasien yang saat ini masih positif aktif dinyatakan sembuh.

“Saat ini sebenarnya sudah mulai berangsur naik. Tapi baru dapat terlihat setelah beberapa waktu ini yang positif dinyatakan sembuh. Semoga masyarakat patuh prokes saat perayaan Idul Adha. Maka penurunan kasus aktif sangat penting,” ungkapnya.

Kokoh menjelaskan tingkat kematian pasien Covid-19 di Kota Pasuruan sebesar 6,8 persen. Angka ini sama dengan Jatim. Secara nasional, kematian di Jatim akibat Covid-19 memang tinggi. Sebab banyak pasien yang sudah dalam kondisi parah, baru dibawa ke rumah sakit. Karena itu penting bagi pasien untuk dibawa secepat mungkin ke rumah sakit.

Meski demikian, satgas melihat dalam beberapa hari terakhir ini, kasus konfirmasi positif harian mengalami penurunan. Artinya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat mulai dirasakan dampaknya untuk menekan penyebaran. Sebelumnya, di awal awal PPKM, konfirmasi harian selalu berada di atas angka 50 kasus.

“PPKM Darurat sudah mulai terasa dampaknya. Mobilitas warga menjadi menurun. Cuma Kota Pasuruan menjadi zona merah lagi,” sebut Kokoh. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU