alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Ada Proyek Ruko, Klinik, dan Kos-kosan, Lalu Lintas Disurvei

GADINGREJO, Radar Bromo – Satlantas Polres Pasuruan Kota bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan melakukan survei lalu lintas (lalin), Senin (21/6). Ada empat lokasi yang disurvei ini. Sebab, di sana masing-masing bakal dilakukan pembangunan kompleks ruko dan klinik kesehatan.

Empat lokasi itu adalah Jalan Lombok dan Jalan Diponegoro, Kota Pasuruan. Di kedua jalan tersebut masing-masing akan dibangun ruko. Saat ini lahannya masih berupa bangunan rumah. Dua lokasi proyek lain ada di Jalan Raya Pohjentrek, Kota Pasuruan. Masing-masing proyek pengembangan Klinik Sahara dan pembangunan rumah kos.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota Aipda Breni Raharjo menjelaskan, survei lalin ini dilakukan karena empat lokasi itu merupakan jalur padat lalu lintas. Misalnya, Jalan Pohjentrek. Jalan itu merupakan akses utama bagi warga Desa Logowok dan Desa Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek, menuju Kota Pasuruan.

Setelah survei, akan dibahas dokumen perencanaan pengaturan lalu lintas dan atau analisis dampak lalu lintasnya (andalalin). Di lokasi tersebut akan dipasangi rambu. Juga ditempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk menghindari kemacetan maupun kecelakaan.

”Kami tidak ingin ada kejadian yang membahayakan pengguna jalan. Apalagi ini akses utama perbatasan Kota dan Kabupaten Pasuruan,” kata Breni. Begitu pula Jalan Lombok dan Jalan Diponegoro. Penduduk dan lalu lintasnya juga padat.

Kabid Lalin Dishub Kota Pasuruan Andriyanto menambahkan, di empat lokasi ini, diharapkan minimal ada satu petugas pengatur lalu lintas. Sebab, dipastikan kendaraan pengangkut material bakal keluar-masuk lokasi tersebut.

Selain itu, diperlukan rambu larangan parkir bagi kendaraan roda dua dan roda empat. Tujuannya, agar tidak timbul kejadian tidak diinginkan. Pengembang ruko menyanggupi permintaan Dishub dan Satlantas.

Dishub akan terus memantau lokasi dan pengerjaan proyek. “Ini baru survei. Nanti kalau sudah dibahas baru dituangkan dalam berita acara untuk rekomendasinya terkait lalinnya,” sebut Andriyanto. (riz/far)

GADINGREJO, Radar Bromo – Satlantas Polres Pasuruan Kota bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan melakukan survei lalu lintas (lalin), Senin (21/6). Ada empat lokasi yang disurvei ini. Sebab, di sana masing-masing bakal dilakukan pembangunan kompleks ruko dan klinik kesehatan.

Empat lokasi itu adalah Jalan Lombok dan Jalan Diponegoro, Kota Pasuruan. Di kedua jalan tersebut masing-masing akan dibangun ruko. Saat ini lahannya masih berupa bangunan rumah. Dua lokasi proyek lain ada di Jalan Raya Pohjentrek, Kota Pasuruan. Masing-masing proyek pengembangan Klinik Sahara dan pembangunan rumah kos.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Pasuruan Kota Aipda Breni Raharjo menjelaskan, survei lalin ini dilakukan karena empat lokasi itu merupakan jalur padat lalu lintas. Misalnya, Jalan Pohjentrek. Jalan itu merupakan akses utama bagi warga Desa Logowok dan Desa Parasrejo, Kecamatan Pohjentrek, menuju Kota Pasuruan.

Setelah survei, akan dibahas dokumen perencanaan pengaturan lalu lintas dan atau analisis dampak lalu lintasnya (andalalin). Di lokasi tersebut akan dipasangi rambu. Juga ditempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk menghindari kemacetan maupun kecelakaan.

”Kami tidak ingin ada kejadian yang membahayakan pengguna jalan. Apalagi ini akses utama perbatasan Kota dan Kabupaten Pasuruan,” kata Breni. Begitu pula Jalan Lombok dan Jalan Diponegoro. Penduduk dan lalu lintasnya juga padat.

Kabid Lalin Dishub Kota Pasuruan Andriyanto menambahkan, di empat lokasi ini, diharapkan minimal ada satu petugas pengatur lalu lintas. Sebab, dipastikan kendaraan pengangkut material bakal keluar-masuk lokasi tersebut.

Selain itu, diperlukan rambu larangan parkir bagi kendaraan roda dua dan roda empat. Tujuannya, agar tidak timbul kejadian tidak diinginkan. Pengembang ruko menyanggupi permintaan Dishub dan Satlantas.

Dishub akan terus memantau lokasi dan pengerjaan proyek. “Ini baru survei. Nanti kalau sudah dibahas baru dituangkan dalam berita acara untuk rekomendasinya terkait lalinnya,” sebut Andriyanto. (riz/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/