Kondisi Tak Layak, RPH Gondangwetan Disorot Dewan

GONDANGWETAN, Radar Bromo – Kondisi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Pasuruan dapat sorotan dewan. Pasalnya, RPH yang ada, dianggap belum memenuhi standar.

Hal itu berdasarkan temuan anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan dalam peninjauan ke RPH yang ada di Kabupaten Pasuruan. Salah satu yang ditinjau adalah RPH Gondangwetan.

Menurut Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Jaelani, nasib RPH Gondangwetan memprihatinkan. Sarana dan prasarana yang disediakan kurang menunjang untuk sebuah tempat pemotongan hewan.

Ruangan yang kotor hingga tempat karantina yang jadi satu dengan pemotongan, menjadi perhatiannya. “Kondisi RPH setempat, jauh dari standar,” ujarnya.

Seharusnya, Pemkab disebut bisa memberi perhatian terhadap RPH yang ada di Kabupaten Pasuruan. Mengingat, keberadaan RPH itu menjadi salah satu sumber PAD (pendapatan asli daerah).

Apalagi, untuk RPH Gondangwetan. Tempatnya tak pernah sepi dari pemotongan. “Setiap harinya, ada empat hingga lima kegiatan pemotongan,” sambungnya.

Hal senada diungkapkan Sugiarto, anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan. Ia menguraikan, bangunan kuno RPH Gondangwetan membuat kesan kumuh terasa. Kondisi itu pula memengaruhi standardisasi yang ada.

“Hampir semua sarananya tidak memenuhi kelayakan. Baik tempat karantina, tempat pemotongan, hingga tempat limbahnya yang relatif terbuka,” ulasnya.

Ia berharap ada penanganan untuk RPH Gondangwetan. Yakni, dengan rehab dan peningkatan sarana dan prasarana yang ada.

Kepala UPT RPH Kabupaten Pasuruan Syaifi menuturkan, belum semuanya RPH di Kabupaten Pasuruan sesuai standar. Karena dari 10 RPH yang ada, baru di Wonorejo yang memenuhi standar.

Upaya pembenahan sarana RPH memang terus dilakukan. Namun, tidak bisa secara penuh lantaran keterbatasan anggaran. “Apalagi, anggaran tahun ini terkena refocusing. Sehingga, belum bisa dilakukan pembenahan,” bebernya. (one/mie)