alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Rp 50 Juta untuk Gali Benda Purbakala di Gempol

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PASURUAN, Radar Bromo – Nasib dua peninggalan bersejarah di Kecamatan Gempol segera jelas. Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Pasuruan bakal menangani dua objek purbakala tersebut. Yaitu, Gua Jepang dan temuan batu bata di Desa Bulusari.

”Gua Jepang akan kami tetapkan sebagai cagar budaya,” kata Kasi Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Pasuruan Ika Ratnawati kemarin (21/4).

Adapun struktur batu bata yang diduga sebagai petirtaan zaman Majapahit di Bulusari, lanjut Ika, akan diekskavasi. Namun, langkah itu tidak bisa dilakukan sendiri. Disparbud menunggu jadwal Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jatim. “Kalau sudah ada jadwalnya, tentu kami siap. Sekarang masih menunggu,” ungkapnya.

Menurut Ika, BPCB belum mengeluarkan jadwal itu karena masih mengurusi situs Gunung Gumitir. Diperkirakan, pada triwulan kedua tahun ini, ekskavasi bisa dilakukan. ”Kenapa kami melakukan di triwulan kedua, itu karena pertimbangan cuaca,” jelasnya. Dana ekskavasi sudah dianggarkan. Nilanya lebih dari Rp 50 juta. Itu biaya untuk honor dan konsumsi petugas. (sid/far)

Mobile_AP_Rectangle 1

PASURUAN, Radar Bromo – Nasib dua peninggalan bersejarah di Kecamatan Gempol segera jelas. Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Kabupaten Pasuruan bakal menangani dua objek purbakala tersebut. Yaitu, Gua Jepang dan temuan batu bata di Desa Bulusari.

”Gua Jepang akan kami tetapkan sebagai cagar budaya,” kata Kasi Sejarah dan Purbakala Disparbud Kabupaten Pasuruan Ika Ratnawati kemarin (21/4).

Adapun struktur batu bata yang diduga sebagai petirtaan zaman Majapahit di Bulusari, lanjut Ika, akan diekskavasi. Namun, langkah itu tidak bisa dilakukan sendiri. Disparbud menunggu jadwal Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Jatim. “Kalau sudah ada jadwalnya, tentu kami siap. Sekarang masih menunggu,” ungkapnya.

Mobile_AP_Half Page

Menurut Ika, BPCB belum mengeluarkan jadwal itu karena masih mengurusi situs Gunung Gumitir. Diperkirakan, pada triwulan kedua tahun ini, ekskavasi bisa dilakukan. ”Kenapa kami melakukan di triwulan kedua, itu karena pertimbangan cuaca,” jelasnya. Dana ekskavasi sudah dianggarkan. Nilanya lebih dari Rp 50 juta. Itu biaya untuk honor dan konsumsi petugas. (sid/far)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2