alexametrics
27 C
Probolinggo
Sunday, 16 May 2021
Desktop_AP_Top Banner

Instruksi Bagi ZIS ke Masjid Supaya Tak Ada Kerumunan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Badan Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pasuruan menargetkan perolehan zakat infaq dan sodaqoh (ZIS) tahun ini sebesar Rp 1,8 miliar. Sepanjang triwulan pertama tahun ini, perolehan ZIS mencapai Rp 240 juta. Paling banyak berasal dari zakat maal.

Pembagian ZIS juga dilakukan dengan mendatangi masjid. Pelaksanaannya tentu tetap menerapkan protokoler kesehatan.

Kepala BAZNAS Kota Pasuruan, KH Abdul Halim Mas’ud mengungkapkan, perolehan Rp 1,8 miliar ditargetkan dari zakat mal Rp 1 miliar, infak Rp 200 juta, zakat perorangan Rp 20 juta serta sisanya Rp 580 juta dari zakat fitrah. Di triwulan pertama tercapai 13 persen.

“Capaian Januari hingga Maret berasal dari zakat maal Rp 200 juta serta infak dan sodaqoh Rp 40 juta. Potensi yang cukup besar itu berasal dari zakat fitrah,” ungkapnya.

Gus Halim-sapaan akrabnya menjelaskan, untuk Ramadan tahun ini, ada unit pengumpul zakat di masing masing masjid yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan.

Pihaknya sudah mengintruksikan agar tidak terlalu banyak pengumpulan massa. Pendistribusian akan dilakukan oleh petugas di setiap masjid.

“Nanti petugas yang mengantar ke rumah warga biar tidak terjadi kerawanan. Mengingat saat ini pandemi Covid 19 masih berlangsung,” sebutnya.

Ia menyebut BAZNAS memiliki lima program. Kelima program sudah memiliki sasaran penerima zakat, infaq dan sodaqoh. Mulai dari bantuan stimulus, membantu orang sakit, beasiswa bagi siswa atau santri berprestasi yang tidak mampu hingga bantuan lainnya. (riz/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PURWOREJO, Radar Bromo – Badan Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Pasuruan menargetkan perolehan zakat infaq dan sodaqoh (ZIS) tahun ini sebesar Rp 1,8 miliar. Sepanjang triwulan pertama tahun ini, perolehan ZIS mencapai Rp 240 juta. Paling banyak berasal dari zakat maal.

Pembagian ZIS juga dilakukan dengan mendatangi masjid. Pelaksanaannya tentu tetap menerapkan protokoler kesehatan.

Kepala BAZNAS Kota Pasuruan, KH Abdul Halim Mas’ud mengungkapkan, perolehan Rp 1,8 miliar ditargetkan dari zakat mal Rp 1 miliar, infak Rp 200 juta, zakat perorangan Rp 20 juta serta sisanya Rp 580 juta dari zakat fitrah. Di triwulan pertama tercapai 13 persen.

Mobile_AP_Half Page

“Capaian Januari hingga Maret berasal dari zakat maal Rp 200 juta serta infak dan sodaqoh Rp 40 juta. Potensi yang cukup besar itu berasal dari zakat fitrah,” ungkapnya.

Gus Halim-sapaan akrabnya menjelaskan, untuk Ramadan tahun ini, ada unit pengumpul zakat di masing masing masjid yang bertugas mengumpulkan dan mendistribusikan.

Pihaknya sudah mengintruksikan agar tidak terlalu banyak pengumpulan massa. Pendistribusian akan dilakukan oleh petugas di setiap masjid.

“Nanti petugas yang mengantar ke rumah warga biar tidak terjadi kerawanan. Mengingat saat ini pandemi Covid 19 masih berlangsung,” sebutnya.

Ia menyebut BAZNAS memiliki lima program. Kelima program sudah memiliki sasaran penerima zakat, infaq dan sodaqoh. Mulai dari bantuan stimulus, membantu orang sakit, beasiswa bagi siswa atau santri berprestasi yang tidak mampu hingga bantuan lainnya. (riz/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2