alexametrics
26 C
Probolinggo
Friday, 20 May 2022

Empat Ribu Bantuan Pangan Non Tunai di Kab Pasuruan Lambat Cair

PASURUAN, Radar Bromo – Menteri Sosial RI Tri Rismaharini meminta pendamping dan pihak bank untuk mengantar Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) ke rumah-rumah penerima bantuan. Langkah itu diperlukan agar bantuan sosial tersebut lebih cepat tersalurkan.

Sebab, hingga saat ini sekitar 4 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pasuruan belum mencairkan bantuan tersebut. Bukan sekeda satu atau dua bulan. Bahkan, ada KPM yang sudah delapan bulan belum mencairkan bantuan.

“Kami ingin ada upaya untuk melakukan proses percepatan pemberian bantuan,” kata Risma saat memantau penyaluran BPNT di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Senin (21/2).

Risma menyebut, ada bantuan yang mestinya diterima warga pada 2021. Namun, hingga kemarin belum dicairkan. Karena itu, dia meminta agar kondisi tersebut tidak berlarut-larut. Sehingga diperlukan upaya percepatan agar bantuan segera diterima warga yang memerlukan.

“Bantuan tahun 2021 saja banyak yang belum terealisasi atau tersalurkan. Di Kabupaten Pasuruan ini ada sekitar 4 ribuan bantuan yang belum tersalurkan,” ujarnya.

Memang, tidak hanya di Kabupaten Pasuruan ribuan bantuan tidak tersalurkan. Di beberapa tempat, kata Risma, ada juga kasus serupa. Penyebabnya beragam, sehingga penerima tidak bisa datang mengambil bantuan. Ada yang karena sakit dan faktor lainnya.

“Jadi, kalau mereka tidak bisa datang untuk mengambil bantuan ya bisa diantar ke rumah. Ini pesan saya ke pendamping dan pihak bank juga,” ungkap dia.

PASURUAN, Radar Bromo – Menteri Sosial RI Tri Rismaharini meminta pendamping dan pihak bank untuk mengantar Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) ke rumah-rumah penerima bantuan. Langkah itu diperlukan agar bantuan sosial tersebut lebih cepat tersalurkan.

Sebab, hingga saat ini sekitar 4 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten Pasuruan belum mencairkan bantuan tersebut. Bukan sekeda satu atau dua bulan. Bahkan, ada KPM yang sudah delapan bulan belum mencairkan bantuan.

“Kami ingin ada upaya untuk melakukan proses percepatan pemberian bantuan,” kata Risma saat memantau penyaluran BPNT di Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, Senin (21/2).

Risma menyebut, ada bantuan yang mestinya diterima warga pada 2021. Namun, hingga kemarin belum dicairkan. Karena itu, dia meminta agar kondisi tersebut tidak berlarut-larut. Sehingga diperlukan upaya percepatan agar bantuan segera diterima warga yang memerlukan.

“Bantuan tahun 2021 saja banyak yang belum terealisasi atau tersalurkan. Di Kabupaten Pasuruan ini ada sekitar 4 ribuan bantuan yang belum tersalurkan,” ujarnya.

Memang, tidak hanya di Kabupaten Pasuruan ribuan bantuan tidak tersalurkan. Di beberapa tempat, kata Risma, ada juga kasus serupa. Penyebabnya beragam, sehingga penerima tidak bisa datang mengambil bantuan. Ada yang karena sakit dan faktor lainnya.

“Jadi, kalau mereka tidak bisa datang untuk mengambil bantuan ya bisa diantar ke rumah. Ini pesan saya ke pendamping dan pihak bank juga,” ungkap dia.

MOST READ

BERITA TERBARU

/