alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Dugaan Selingkuh Menyeruak, Warga Desak Kades Kepuh Mundur

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KEJAYAN, Radar Bromo – Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, bergolak. Sejumlah warga menuntut agar kepala desa setempat mundur dari jabatannya.

Desakan itu mencuat setelah dugaan skandal perselingkuhan MZ, kades Kepuh menyeruak. Sejak dua pekan yang lalu. MZ kedapatan masuk ke rumah perempuan bersuami yang juga warganya sendiri, tengah malam.

Sejak kabar itu berembus, beberapa tokoh masyarakat sempat menunjukkan mosi tidak percaya. “Beberapa perwakilan tokoh itu datang ke saya, mendesak agar Pak Kades mundur,” kata Ketua BPD Kepuh Sodik Syamsi.

Desakan itu terus menguat, hingga warga yang geram akhirnya memasang beberapa poster menumpahkan kegeramannya kepada MZ. Berbagai poster itu dipasang di kantor desa setempat.

Minggu (21/2), Muspika Kejayan turun untuk menyelesaikan persoalan itu. Sejumlah tokoh masyarakat ikut dalam pertemuan. Mereka tetap meminta MZ mundur sebagai kades.

“Ini sudah mencemarkan nama baik desa. Warga menuntut Pak Kades mundur saja,” ujar Hudori, salah seorang tokoh masyarakat.

Dia mengakui, bahwa kepemimpinan MZ selama ini sangat baik. Bahkan, kinerjanya sebagai kades juga banyak memberikan dampak positif bagi pembangunan desa. Tetapi, skandal yang kini menyeret kades juga harus disikapi dengan tegas.

“Kami sadar Pak Kades banyak jasanya ke desa selama ini. Tapi dengan adanya kasus ini, kami minta agar turun dari jabatannya,” terangnya.

Robin, salah seorang warga lainnya mengaku sempat berkomunikasi dengan MZ usai kejadian itu. Bahkan, dia juga menyampaikan keinginan warga agar MZ mundur. “Dan Pak Kades juga menyatakan siap, jika kasus ini tidak berlanjut,” jelas Robin.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Kejayan Fariandi mengaku sudah ada titik temu dalam persoalan tersebut. Pihaknya juga menilai kinerja MZ selama ini baik, tetapi desakan agar dia mundur dari jabatannya merupakan persoalan pribadi.

“Sudah ada kesepakatan agar tidak terjadi gejolak berkelanjutan, warga minta Pak Kades mengundurkan diri,” kata Fariandi.

Mekanisme pengunduran diri itu dilalui melalui surat yang ditujukan ke BPD. Selanjutnya, BPD menindaklanjutinya dengan bersurat ke Bupati melalui kecamatan. Fariandi juga memastikan pihaknya akan bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan itu agar tidak berlarut. “Secepatnya kami sampaikan ke Pak Camat untuk dikomunikasikan lebih lanjut dengan Pak Kades,” ungkapnya.

Sayangnya, MZ tak hadir dalam pertemuan kemarin. Berdasarkan informasi, dia saat ini berada di rumah keluarganya di Desa Kedungpengaron. Jawa Pos Radar Bromo sempat berusaha mengonfirmasi melalui telepon selulernya. Namun tidak aktif. Upaya serupa juga sempat dilakukan melalui pesan WhatsApp, namun tidak terkirim. (tom/mie)

Mobile_AP_Rectangle 1

KEJAYAN, Radar Bromo – Desa Kepuh, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan, bergolak. Sejumlah warga menuntut agar kepala desa setempat mundur dari jabatannya.

Desakan itu mencuat setelah dugaan skandal perselingkuhan MZ, kades Kepuh menyeruak. Sejak dua pekan yang lalu. MZ kedapatan masuk ke rumah perempuan bersuami yang juga warganya sendiri, tengah malam.

Sejak kabar itu berembus, beberapa tokoh masyarakat sempat menunjukkan mosi tidak percaya. “Beberapa perwakilan tokoh itu datang ke saya, mendesak agar Pak Kades mundur,” kata Ketua BPD Kepuh Sodik Syamsi.

Mobile_AP_Half Page

Desakan itu terus menguat, hingga warga yang geram akhirnya memasang beberapa poster menumpahkan kegeramannya kepada MZ. Berbagai poster itu dipasang di kantor desa setempat.

Minggu (21/2), Muspika Kejayan turun untuk menyelesaikan persoalan itu. Sejumlah tokoh masyarakat ikut dalam pertemuan. Mereka tetap meminta MZ mundur sebagai kades.

“Ini sudah mencemarkan nama baik desa. Warga menuntut Pak Kades mundur saja,” ujar Hudori, salah seorang tokoh masyarakat.

Dia mengakui, bahwa kepemimpinan MZ selama ini sangat baik. Bahkan, kinerjanya sebagai kades juga banyak memberikan dampak positif bagi pembangunan desa. Tetapi, skandal yang kini menyeret kades juga harus disikapi dengan tegas.

“Kami sadar Pak Kades banyak jasanya ke desa selama ini. Tapi dengan adanya kasus ini, kami minta agar turun dari jabatannya,” terangnya.

Robin, salah seorang warga lainnya mengaku sempat berkomunikasi dengan MZ usai kejadian itu. Bahkan, dia juga menyampaikan keinginan warga agar MZ mundur. “Dan Pak Kades juga menyatakan siap, jika kasus ini tidak berlanjut,” jelas Robin.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Kejayan Fariandi mengaku sudah ada titik temu dalam persoalan tersebut. Pihaknya juga menilai kinerja MZ selama ini baik, tetapi desakan agar dia mundur dari jabatannya merupakan persoalan pribadi.

“Sudah ada kesepakatan agar tidak terjadi gejolak berkelanjutan, warga minta Pak Kades mengundurkan diri,” kata Fariandi.

Mekanisme pengunduran diri itu dilalui melalui surat yang ditujukan ke BPD. Selanjutnya, BPD menindaklanjutinya dengan bersurat ke Bupati melalui kecamatan. Fariandi juga memastikan pihaknya akan bertindak cepat untuk menyelesaikan persoalan itu agar tidak berlarut. “Secepatnya kami sampaikan ke Pak Camat untuk dikomunikasikan lebih lanjut dengan Pak Kades,” ungkapnya.

Sayangnya, MZ tak hadir dalam pertemuan kemarin. Berdasarkan informasi, dia saat ini berada di rumah keluarganya di Desa Kedungpengaron. Jawa Pos Radar Bromo sempat berusaha mengonfirmasi melalui telepon selulernya. Namun tidak aktif. Upaya serupa juga sempat dilakukan melalui pesan WhatsApp, namun tidak terkirim. (tom/mie)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2