alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Tepi Jalan di Kersikan Tergerus, Rawan Ambles

GONDANG WETAN, Radar Bromo-Para pengguna jalan harus waspada saat melintas di ruas jalan di Desa Kersikan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Sebab, di salah satu titik jalan setempat, kondisi tepi jalannya tergerus, sehingga rawan longsor.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, bila dilihat sekilas, jalan tersebut tidak terlihat ada masalah. Namun jika dilihat dari samping sisi timur, tampak pinggiran jalan itu tergerus oleh air hujan.

Sehingga, ketika dilewati kendaraan roda empat atau lebih, dikhawatrikan ruas jalan setempat akan ambles. Untuk mengantisipasinya, warga memberi penanda berupa ranting kayu, agar pengendara tak terlalu minggir saat melintas.

Nurul Huda, salah seorang pengendara yang sering lewat jalur itu mengatakan, terkikisnya tepi jalan itu sudah lama. Karena itu, pihaknya berharap pihak terkait bisa segera memperbaiki jalanan tersebut. “Harapannya ada perbaikan. Karena kalau dibiarkan bisa ambles,” keluhnya.

Menurutnya, saat ada dua mobil bersimpangan dari arah berlawanan, kondisinya bisa membahayakan. Sebab, salah satu kendaraan rawan berjalan terlalu menepi, sehingga bisa membuat ruas tepi jalan ambles.

“Aspalnya kan tinggi. Jadi bisa saja terperosok. Kalau roda empat masih enak. Tetapi kalau roda dua ya pasti jatuh itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan jalan tersebut.

Bila kondisinya membahayakan, nanti bisa dipasang plengsengan. “Besok kami cek. Kemungkinan ya bangun plengsengan,” tuturnya. (sid/mie)

 

GONDANG WETAN, Radar Bromo-Para pengguna jalan harus waspada saat melintas di ruas jalan di Desa Kersikan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. Sebab, di salah satu titik jalan setempat, kondisi tepi jalannya tergerus, sehingga rawan longsor.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, bila dilihat sekilas, jalan tersebut tidak terlihat ada masalah. Namun jika dilihat dari samping sisi timur, tampak pinggiran jalan itu tergerus oleh air hujan.

Sehingga, ketika dilewati kendaraan roda empat atau lebih, dikhawatrikan ruas jalan setempat akan ambles. Untuk mengantisipasinya, warga memberi penanda berupa ranting kayu, agar pengendara tak terlalu minggir saat melintas.

Nurul Huda, salah seorang pengendara yang sering lewat jalur itu mengatakan, terkikisnya tepi jalan itu sudah lama. Karena itu, pihaknya berharap pihak terkait bisa segera memperbaiki jalanan tersebut. “Harapannya ada perbaikan. Karena kalau dibiarkan bisa ambles,” keluhnya.

Menurutnya, saat ada dua mobil bersimpangan dari arah berlawanan, kondisinya bisa membahayakan. Sebab, salah satu kendaraan rawan berjalan terlalu menepi, sehingga bisa membuat ruas tepi jalan ambles.

“Aspalnya kan tinggi. Jadi bisa saja terperosok. Kalau roda empat masih enak. Tetapi kalau roda dua ya pasti jatuh itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka mengatakan, pihaknya akan melakukan pengecekan jalan tersebut.

Bila kondisinya membahayakan, nanti bisa dipasang plengsengan. “Besok kami cek. Kemungkinan ya bangun plengsengan,” tuturnya. (sid/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/