Angka Bencana di Kabupaten Pasuruan Meningkat Sepanjang 2019

GRATI, Radar Bromo – Sepanjang 2019, jumlah bencana yang terdata di Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencapai 92. Bencana banjir masih mendominasi.

Jika dibandingkan data bencana pada 2018 lalu, tahun 2019 ini total bencana naik signifikan. Sebab, pada 2018 tercatat ada 64 bencana. Naiknya bencana ini lantaran musim kemarau yang panjang. Sehingga, kasus kekeringan dan kebakaran juga meningkatkan jumlah bencana di 2019 lalu.

Tectona Jati, Plt kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengatakan, bertambah banyaknya jumlah bencana tahun 2019 lalu, salah satu faktornya karena musim kemarau cukup panjang. Sehingga, bencana kekeringan yang melanda juga cukup lama terjadi di Kabupaten Pasuruan.

“Bencana sendiri memang tidak bisa diprediksi. Namun, melihat data bencana tahun lalu, jumlahnya memang lebih besar. Hal ini juga lantaran kondisi musim kemarau yang panjang. Sehingga, kekeringan dan kebakaran hutan meningkat,” terangnya.

Tercatat untuk musim hujan di awal tahun 2019 lalu, ada 61 bencana. Terdiri atas 36 titik banjir di 8 kecamatan. Musim hujan juga mengakibatkan 20 kejadian longsor di Tosari, Pasrepan, Tutur, dan Gempol.

Sementara untuk bencana puting beliung ada sebanyak 5 kejadian terjadi di Kraton, Prigen, Wonorejo, dan Rembang.

Sedangkan musim kemarau yang dimulai pada Juni lalu, tercatat ada 22 desa di 7 kecamatan yang terimbas kekeringan. Ke-22 lokasi titik bencana tersebut rutin dikirimkan air bersih setiap harinya untuk kebutuhan dasar seperti makan dan minum.

Sedangkan bencana yang tercatat di BPBD sepanjang musim kemarau adalah kebakaran hutan tercatat 2 kali. Yaitu, Gunung Bromo wilayah administrasi Tosari, dan di Gunung Arjuno, Gunung Ringgit, Gunung Welirang yang masuk admistratif Kecamatan Prigen.

Bencana lain yang tercatat adalah Angin Puting Beliung yang terjadi di 3 kecamatan. Yaitu, Puspo, Tosari, dan Prigen pada peralihan cuaca dari kemarau ke hujan. Sedangkan di Desember 2019, juga terjadi banjir di 4 titik. Yakni, di Kepulungan Gempol; Carat, Gempol; Patuguran, Rejoso, dan Toyaning Rejoso. (eka/mie)