alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Fix, Tak Ada Gugatan Pilwali, Tapi Penetapan Diperkirakan Januari

PASURUAN, Radar Bromo – Penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilwali Pasuruan 2020 dipastikan tak menuai gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Meski begitu, KPU Kota Pasuruan tidak serta-merta bisa melangsungkan tahapan berikutnya.

Calon terpilih baru bisa ditetapkan setelah adanya pemberitahuan resmi dari MK. Diperkirakan, penetapan calon terpilih baru bisa dilakukan pada Januari mendatang.

Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Hukum, Hasan Asuro mengatakan, pemberitahuan tersebut sebagai dasar bagi KPU menggelar rapat pleno penetapan calon terpilih. KPU sendiri sudah memastikan tidak ada gugatan yang diajukan terkait penetapan hasil penghitungan suara.

“Kalau mengenai gugatan, kami sudah cek di website MK. Dapat dipastikan tidak ada gugatan untuk Kota Pasuruan,” kata Hasan.

Pasalnya, sampai tiga hari batas pengajuan gugatan, tidak ada perkara konstitusi yang diajukan terkait Pilwali Pasuruan. Batas pengajuan gugatan itu sendiri berakhir, Kamis (17/12) atau tiga hari sejak penetapan hasil penghitungan suara yang digelar Selasa (15/12).

Karena tidak ada gugatan, maka tahapan selanjutnya ialah penetapan calon terpilih. Akan tetapi, KPU tidak bisa menggelarnya begitu saja. Kecuali setelah mendapatkan pemberitahuan resmi dari MK yang ditujukan ke KPU RI terkait buku register perkara konstitusi yang memuat pengajuan gugatan.

“Dalam jadwalnya, MK akan menyampaikannya pada 18 sampai 19 Januari 2021. Jadi, ada atau tidak ada gugatan kami harus menunggu pemberitahuan itu,” ungkap Hasan.

Untuk diketahui, berdasarkan penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara, selisih suara dua paslon itu terpaut cukup jauh. Yakni 38.664 suara atau 47,20 persen. Paslon nomor urut 1 Saifullah Yusuf – Adi Wibowo (Gus Ipul-Mas Adi) meraih 73.236 suara. Lalu paslon nomor urut 2 Raharto Teno Prasetyo – Moch Hasjim Asjari (Teno – Hasjim) mendapatkan 34.572 suara.

Di tingkat kecamatan, selisih perolehan suara Gus Ipul-Mas Adi tak terkejar oleh petahana. Di Kecamatan Gadingrejo, selisih suara Gus Ipul-Mas Adi terpaut 40,38 persen lebih banyak ketimbang paslon Teno – Hasjim. Sedangkan di Purworejo 41,87 persen; di Kecamatan Bugul Kidul 40,38 persen dan di Kecamatan Panggungrejo 67,21 persen. (tom/hn/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilwali Pasuruan 2020 dipastikan tak menuai gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Meski begitu, KPU Kota Pasuruan tidak serta-merta bisa melangsungkan tahapan berikutnya.

Calon terpilih baru bisa ditetapkan setelah adanya pemberitahuan resmi dari MK. Diperkirakan, penetapan calon terpilih baru bisa dilakukan pada Januari mendatang.

Komisioner KPU Kota Pasuruan Divisi Hukum, Hasan Asuro mengatakan, pemberitahuan tersebut sebagai dasar bagi KPU menggelar rapat pleno penetapan calon terpilih. KPU sendiri sudah memastikan tidak ada gugatan yang diajukan terkait penetapan hasil penghitungan suara.

“Kalau mengenai gugatan, kami sudah cek di website MK. Dapat dipastikan tidak ada gugatan untuk Kota Pasuruan,” kata Hasan.

Pasalnya, sampai tiga hari batas pengajuan gugatan, tidak ada perkara konstitusi yang diajukan terkait Pilwali Pasuruan. Batas pengajuan gugatan itu sendiri berakhir, Kamis (17/12) atau tiga hari sejak penetapan hasil penghitungan suara yang digelar Selasa (15/12).

Karena tidak ada gugatan, maka tahapan selanjutnya ialah penetapan calon terpilih. Akan tetapi, KPU tidak bisa menggelarnya begitu saja. Kecuali setelah mendapatkan pemberitahuan resmi dari MK yang ditujukan ke KPU RI terkait buku register perkara konstitusi yang memuat pengajuan gugatan.

“Dalam jadwalnya, MK akan menyampaikannya pada 18 sampai 19 Januari 2021. Jadi, ada atau tidak ada gugatan kami harus menunggu pemberitahuan itu,” ungkap Hasan.

Untuk diketahui, berdasarkan penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara, selisih suara dua paslon itu terpaut cukup jauh. Yakni 38.664 suara atau 47,20 persen. Paslon nomor urut 1 Saifullah Yusuf – Adi Wibowo (Gus Ipul-Mas Adi) meraih 73.236 suara. Lalu paslon nomor urut 2 Raharto Teno Prasetyo – Moch Hasjim Asjari (Teno – Hasjim) mendapatkan 34.572 suara.

Di tingkat kecamatan, selisih perolehan suara Gus Ipul-Mas Adi tak terkejar oleh petahana. Di Kecamatan Gadingrejo, selisih suara Gus Ipul-Mas Adi terpaut 40,38 persen lebih banyak ketimbang paslon Teno – Hasjim. Sedangkan di Purworejo 41,87 persen; di Kecamatan Bugul Kidul 40,38 persen dan di Kecamatan Panggungrejo 67,21 persen. (tom/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/