alexametrics
25.7 C
Probolinggo
Tuesday, 1 December 2020

Video Gus Ipul Beli Kayu Berujung Aduan ke Polisi

PASURUAN, Radar Bromo – Suhu politik menjelang pencoblosan Pilwali Pasuruan 2020 kian memanas. Sebuah video di jejaring sosial dinilai merugikan Saifullah Yusuf. Tim kuasa hukum pasangan calon nomor urut 1 Saifullah Yusuf-Adi Wibowo pun mengadu ke Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.

Ada empat pihak yang diadukan. Yaitu, sejumlah akun media sosial, pembuat video dan objek di dalam video yang dianggap telah mencemarkan nama baik Saifullah Yusuf sebagai calon wali kota.

Anggota Divisi Hukum Tim Paslon Gus Ipul-Mas Adi, Indra Bayu menguraikan, aduan itu ditempuh lantaran berbedarnya video berdurasi 1 menit 40 detik. Video itu memuat pengakuan seorang penjual kayu tentang Gus Ipul.

Video yang sempat menyebar luas di jejaring sosial maupun media sosial beberapa waktu lalu itu dinilai merugikan Gus Ipul. Terutama bagi paslon Gus Ipul-Mas Adi yang tengah ikut dalam kontestasi Pilwali Pasuruan.

“Kami tak terima atas beredarnya video itu dan saya pastikan itu kabar hoaks. Tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Indra.

Maka dari itu, ia melaporkan empat orang ke polisi. Indra menambahkan, orang yang ada di dalam video itu mengaku sebagai korban penipuan oleh Gus Ipul. Dia menyebut Gus Ipul memiliki utang dan tidak membayar. Orang tersebut juga menceritakan kronologis singkat kasus itu. Yakni dengan menyebut Gus Ipul pernah membeli kayu dari seseorang berinisial P. Nah, pria berinisial P ini yang berhubungan dengan orang yang ada di dalam video.

Indra memastikan, Gus Ipul tidak pernah memiliki utang pada yang bersangkutan. “Jadi jelas dalam kasus ini. Gus Ipul tidak berhubungan langsung dengan orang yang ada di dalam video tersebut. Video itu tidak benar,” tambahnya.

Karena itu, pihaknya mengadukannya sebagai dugaan pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Ia berharap, kepolisian segera mengusut kasus itu serta menindak para pelaku yang terbukti menyebarkan berita bohong. “Kami sangat dirugikan. Ini hate speech, ujaran kebencian. Kami berharap polisi segera menangkap para pelaku ini agar tidak membuat keonaran kembali,” tandasnya. (tom/hn/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Dokter Dirga: Manfaat Vaksin Lebih Besar dari Efek Sampingnya

Sebelum vaksin diberikan, dokter atau tenaga keperawatan akan melakukan screening atau pemeriksaan untuk memastikan apakah seseorang sehat atau tidak untuk diberi vaksin.

Karyawati Pabrik Rokok Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Purwosari

Sujiati ditemukan meninggal di atas tempat tidurnya.

Kontainer Sampah Gending Belum Maksimal, Bakal Dievaluasi

Penempatan kontainer di wilayah Gending, merupakan tindak lanjut dari keluhan warga.

BLT-DD Tahap 4 di Kab Probolinggo Tunggu Nota Dinas

Di tahap ini Keluarga Penerima Manfaat (KPM) harus sedikit bersabar. Pasalnya penyaluran bantuan ditunda sebab masih menunggu Nota Dinas Bupati.

Satgas Mulai Antisipasi Klaster Liburan Nataru

Karenanya, selama sebulan ke depan, mulai hari ini Satgas akan kembali menggencarkan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan.