alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Subsidi Kain Seragam SD-SMP Mulai Dilelang, Akhir Tahun Dibagikan

PASURUAN, Radar Bromo – Subsidi kain seragam sekolah di Kota Pasuruan, bakal dibagikan akhir tahun ini. Dengan catatan, proses pengadaannya tidak mengalami gagal lelang seperti dua tahun lalu. Saat ini, proses lelang untuk menentukan penyedia kain seragam tengah dibuka.

Pemkot Pasuruan merencanakan dua setel kain seragam yang akan dibagikan kepada setiap siswa. Berupa seragam putih merah dan pramuka untuk siswa sekolah dasar (SD). Serta, seragam putih biru dan pramuka untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Seragam gratis itu setidaknya bisa mencakup 130 sekolah negeri maupun swasta. Sedangkan, jumlah pelajar yang terdata dari dua jenjang pendidikan itu mencapai 33.271 orang. Untuk merealisasikannya, Pemkot menyediakan anggaran Rp 2,95 miliar untuk seragam SMP dan Rp 6,4 miliar untuk seragam SD. “Saat ini sudah kami ajukan ke tahap lelang,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif.

Tak hanya berupa kain seragam, menurut Ayik –sapaan Mualif Arif-, Pemkot juga akan menanggung biaya ongkos jahitnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban wali murid. Ongkos jahit kain seragam ini dianggarankan sekitar Rp 2 miliar.

“Sudah dilakukan uji lab juga untuk menentukan jenis dan kualifikasi kain yang dibutuhkan. Akhir tahun ini insyaallah bisa dibagikan,” katanya. (tom/rud)

PASURUAN, Radar Bromo – Subsidi kain seragam sekolah di Kota Pasuruan, bakal dibagikan akhir tahun ini. Dengan catatan, proses pengadaannya tidak mengalami gagal lelang seperti dua tahun lalu. Saat ini, proses lelang untuk menentukan penyedia kain seragam tengah dibuka.

Pemkot Pasuruan merencanakan dua setel kain seragam yang akan dibagikan kepada setiap siswa. Berupa seragam putih merah dan pramuka untuk siswa sekolah dasar (SD). Serta, seragam putih biru dan pramuka untuk siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Seragam gratis itu setidaknya bisa mencakup 130 sekolah negeri maupun swasta. Sedangkan, jumlah pelajar yang terdata dari dua jenjang pendidikan itu mencapai 33.271 orang. Untuk merealisasikannya, Pemkot menyediakan anggaran Rp 2,95 miliar untuk seragam SMP dan Rp 6,4 miliar untuk seragam SD. “Saat ini sudah kami ajukan ke tahap lelang,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pasuruan Mualif Arif.

Tak hanya berupa kain seragam, menurut Ayik –sapaan Mualif Arif-, Pemkot juga akan menanggung biaya ongkos jahitnya. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban wali murid. Ongkos jahit kain seragam ini dianggarankan sekitar Rp 2 miliar.

“Sudah dilakukan uji lab juga untuk menentukan jenis dan kualifikasi kain yang dibutuhkan. Akhir tahun ini insyaallah bisa dibagikan,” katanya. (tom/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/