alexametrics
31.7 C
Probolinggo
Saturday, 13 August 2022

Mobilitas Warga Kota Pasuruan Cenderung Normal di Level 1

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tingkat mobilitas masyarakat Kota Pasuruan cenderung normal. Mulai meningkat dibanding beberapa bulan sebelumnya. Namun, areal taman malah lebih rendah dibandingkan pada awal 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, penurunan level PPKM berdampak terhadap mobilitas warga. Kini, kebijakan pembatasan tidak seketat awal PPKM saat masih level 4.

Saat ini perkantoran dan pusat perbelanjaan sudah bisa melakukan aktivitas 100 persen, karena sudah level 1. Mobilitas warga pun cenderung meningkat. Sejumlah tempat pun terlihat lebih ramai. Baik di tempat perbelanjaan maupun permukiman, ada kenaikan dibandingkan periode Januari-Februari.

“Jika dibandingkan dengan mobilitas awal tahun ini, memang ada peningkatan empat persen. Namun, untuk areal taman, karena sempat lama ditutup, justru turun enam persen dibanding awal tahun,” jelasnya.

Kokoh menjelaskan, meski aktivitas warga sudah bisa berjalan normal, pembatasan masih dilakukan. Pihaknya tetap melakukan penyekatan di 17 titik saat malam hari. Yakni, Senin sampai Jumat pukul 21.00 sampai pukul 22.00. Serta, Sabtu-Minggu pada pukul 21.00 hingga pukul 23.00.

Termasuk pemadaman penerangan jalan umum (PJU) masih dilakukan di seluruh jalan perkotaan. Tentunya Satgas akan terus mengevaluasi kebijakan ini. Namun, yang pasti, pihaknya berharap agar masyarakat tetap patuh pada protokoler kesehatan dan tidak lengah.

“Sementara kebijakan masih belum berubah. Penyekatan dan pemadaman PJU masih berlanjut. Kami tunggu evaluasi Satgas dulu. Karena itu, tetap memakai masker dan patuh aturan prokes,” pinta Kokoh. (riz/rud)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Tingkat mobilitas masyarakat Kota Pasuruan cenderung normal. Mulai meningkat dibanding beberapa bulan sebelumnya. Namun, areal taman malah lebih rendah dibandingkan pada awal 2021.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengatakan, penurunan level PPKM berdampak terhadap mobilitas warga. Kini, kebijakan pembatasan tidak seketat awal PPKM saat masih level 4.

Saat ini perkantoran dan pusat perbelanjaan sudah bisa melakukan aktivitas 100 persen, karena sudah level 1. Mobilitas warga pun cenderung meningkat. Sejumlah tempat pun terlihat lebih ramai. Baik di tempat perbelanjaan maupun permukiman, ada kenaikan dibandingkan periode Januari-Februari.

“Jika dibandingkan dengan mobilitas awal tahun ini, memang ada peningkatan empat persen. Namun, untuk areal taman, karena sempat lama ditutup, justru turun enam persen dibanding awal tahun,” jelasnya.

Kokoh menjelaskan, meski aktivitas warga sudah bisa berjalan normal, pembatasan masih dilakukan. Pihaknya tetap melakukan penyekatan di 17 titik saat malam hari. Yakni, Senin sampai Jumat pukul 21.00 sampai pukul 22.00. Serta, Sabtu-Minggu pada pukul 21.00 hingga pukul 23.00.

Termasuk pemadaman penerangan jalan umum (PJU) masih dilakukan di seluruh jalan perkotaan. Tentunya Satgas akan terus mengevaluasi kebijakan ini. Namun, yang pasti, pihaknya berharap agar masyarakat tetap patuh pada protokoler kesehatan dan tidak lengah.

“Sementara kebijakan masih belum berubah. Penyekatan dan pemadaman PJU masih berlanjut. Kami tunggu evaluasi Satgas dulu. Karena itu, tetap memakai masker dan patuh aturan prokes,” pinta Kokoh. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/