alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Bus yang Masuk Terminal Unsur Belum Normal

PASURUAN, Radar Bromo – Meski pandemi Covid-19, sudah semakin melandai. Namun, sektor transportasi masih terbatas. Bahkan, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang melintas di Terminal Blandongan, Kota Pasuruan, belum normal.

Pengawas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) UPT Probolinggo Dishub Jatim Yulianto mengatakan, jumlah bus AKAP cenderung menurun. Sebelumnya, ada empat bus AKAP yang masuk terminal. Bahkan, saat akhir pekan bisa mencapai enam unit.

Mereka tidak hanya menuju Jakarta, ada juga yang tujuan Lombok dan Bima. Sementara, saat ini terkadang cuma satu atau dua bus yang masuk. Menurutnya, ini juga karena tidak semua PO bus beroperasi secara normal seperti sebelumnya.

“Saat ini yang masuk cuma Pahala Kencana. Biasanya ada bus Gunung Harta hingga Lorena. Sepertinya dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih terasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi ini bisa dipahami. Jumlah penumpang juga masih tidak menentu. Terkadang ada dua penumpang yang naik, bahkan juga sampai tidak ada satu penumpang pun yang naik bus AKAP. Apalagi imbauan dari pemerintah agar masyarakat tidak bepergian jika tidak mendesak, utamanya ASN.

“Kalau sementara memang bus AKAP cenderung berkurang. Tapi, setiap harinya tetap ada,” ujarnya. (riz/rud)

PASURUAN, Radar Bromo – Meski pandemi Covid-19, sudah semakin melandai. Namun, sektor transportasi masih terbatas. Bahkan, bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang melintas di Terminal Blandongan, Kota Pasuruan, belum normal.

Pengawas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) UPT Probolinggo Dishub Jatim Yulianto mengatakan, jumlah bus AKAP cenderung menurun. Sebelumnya, ada empat bus AKAP yang masuk terminal. Bahkan, saat akhir pekan bisa mencapai enam unit.

Mereka tidak hanya menuju Jakarta, ada juga yang tujuan Lombok dan Bima. Sementara, saat ini terkadang cuma satu atau dua bus yang masuk. Menurutnya, ini juga karena tidak semua PO bus beroperasi secara normal seperti sebelumnya.

“Saat ini yang masuk cuma Pahala Kencana. Biasanya ada bus Gunung Harta hingga Lorena. Sepertinya dampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih terasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi ini bisa dipahami. Jumlah penumpang juga masih tidak menentu. Terkadang ada dua penumpang yang naik, bahkan juga sampai tidak ada satu penumpang pun yang naik bus AKAP. Apalagi imbauan dari pemerintah agar masyarakat tidak bepergian jika tidak mendesak, utamanya ASN.

“Kalau sementara memang bus AKAP cenderung berkurang. Tapi, setiap harinya tetap ada,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/