alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Barrier Tak Efektif untuk Cegah Truk Masuk Jalur Perkotaan

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sudah beberapa kali Satlantas Polres Pasuruan Kota menindak truk yang masuk jalur perkotaan. Tapi upaya itu belum efektif. Sebab masih banyak truk yang tetap menerobos masuk jalur kota di pertigaan Blandongan.

Pengemudi truk yang nekat masuk jalur perkotaan memang pengemudi bandel. Pasalnya di persimpangan sudah ada rambu lalu lintas dan water barrier sebagai penghalang agar truk tidak lewat jalan kota.

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP Yudiyono mengungkapkan, selama sepekan ini, pihaknya memberlakukan operasi siang dan malam. Hasilnya Satlantas masih menemukan pengemudi yang tetap nekat lewat jalan kota. Meski jumlahnya tidak banyak.

Satlantas sejatinya sudah melakukan pengecekan di simpang Blandongan ini. Dan diketahui, rambu penunjuk arah agar truk lewat jalur lingkar selatan (JLS) sudah terpampang jelas. Tak hanya itu di pertigaan juga ada water barrier yang terpasang untuk menghalau truk dari arah timur yang hendak ke arah barat dengan masuk kota.

“Truknya yang memang bandel. Setelah kami cek dengan melalukan patroli di persimpangan Blandongan, water barrier sudah terpasang dengan baik untuk menghalau truk dari arah timur,” ungkapnya.

Mantan Kasatlantas Polres Sumedang, Jabar ini menuturkan, pihaknya akan rutin mengintensifkan patroli siang dan malam. Tentunya saat ada truk yang bandel langsung ditindak dengan penilangan. Langkah humanis dengan memberikan pemahaman pada pengemudi truk juga diberikan.

“Rencananya awal kan water barrier mau di geser agak ke utara. Ternyata saat kami cek sudah cukup. Pengemudinya saja yang kurang taat. Kami akan lebih intensifkan langkah humanis,” terang Yudi.

Di sisi lain, adanya truk masuk jalur perkotaan ini dikeluhkan pengguna jalan. Sebab, truk yang lolos dan masuk kota dari pertigaan Blandongan, tidak jarang bertonase berat. Bahkan dump truk beroda lebih dari 8 hingga trailer.

Para sopir biasanya juga sudah mengetahui kondisi, berani masuk saat malam hari. “Biasanya truk menerobos di atas pukul 22.00. Atau menunggu sampai tidak ada petugas di Poslantas Blandongan,” beber Juwanto, salah satu warga Jalan Veteran.

Dengan truk masuk jalur perkotaan tersebut, tentu saja kondisi tersebut mengkhawatirkan. “Jalan cepat rusak. Kalau terus-terusan seperti ini, jangan heran jika Jalan Balaikota yang baru dibenahi, akan cepat rusak. Yang bikin ironis, mengapa truk ini berani melintas. Padahal di Jalan Balaikota sendiri, ada markas polisi (Satlantas Polres Pasuruan Kota),” beber Juwanto.

Memang saat ini di pertigaan Blandongan, sudah dipasang barrier. Langkah tilang yang dilakukan polisi, juga sudah sering. Tetapi menjelang malam hari, water barrier yang sudah terpasang di simpang tiga, terkadang digeser. Sehingga truk besar enggan melintas di jalur lingkar selatan (JLS). Padahal kondisi JLS masih mulus. Kelas jalannya juga mendukung.

“Entah siapa yang menggesernya. Makanya truk besar tetap bisa melintas. Harusnya orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut, ditindak. Tetapi solusi paling bagus adalah memasang CCTV yang bisa untuk menilang pelanggar (CCTV ETLE, Red),” imbuh Wawan, warga Blandongan.

CCTV ETLE sendiri masih diusahakan kepolisian. Namun CCTV dari Mabes Polri masih belum jelas, kapan akan direalisasikan. (riz/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sudah beberapa kali Satlantas Polres Pasuruan Kota menindak truk yang masuk jalur perkotaan. Tapi upaya itu belum efektif. Sebab masih banyak truk yang tetap menerobos masuk jalur kota di pertigaan Blandongan.

Pengemudi truk yang nekat masuk jalur perkotaan memang pengemudi bandel. Pasalnya di persimpangan sudah ada rambu lalu lintas dan water barrier sebagai penghalang agar truk tidak lewat jalan kota.

Kasatlantas Polres Pasuruan Kota, AKP Yudiyono mengungkapkan, selama sepekan ini, pihaknya memberlakukan operasi siang dan malam. Hasilnya Satlantas masih menemukan pengemudi yang tetap nekat lewat jalan kota. Meski jumlahnya tidak banyak.

Satlantas sejatinya sudah melakukan pengecekan di simpang Blandongan ini. Dan diketahui, rambu penunjuk arah agar truk lewat jalur lingkar selatan (JLS) sudah terpampang jelas. Tak hanya itu di pertigaan juga ada water barrier yang terpasang untuk menghalau truk dari arah timur yang hendak ke arah barat dengan masuk kota.

“Truknya yang memang bandel. Setelah kami cek dengan melalukan patroli di persimpangan Blandongan, water barrier sudah terpasang dengan baik untuk menghalau truk dari arah timur,” ungkapnya.

Mantan Kasatlantas Polres Sumedang, Jabar ini menuturkan, pihaknya akan rutin mengintensifkan patroli siang dan malam. Tentunya saat ada truk yang bandel langsung ditindak dengan penilangan. Langkah humanis dengan memberikan pemahaman pada pengemudi truk juga diberikan.

“Rencananya awal kan water barrier mau di geser agak ke utara. Ternyata saat kami cek sudah cukup. Pengemudinya saja yang kurang taat. Kami akan lebih intensifkan langkah humanis,” terang Yudi.

Di sisi lain, adanya truk masuk jalur perkotaan ini dikeluhkan pengguna jalan. Sebab, truk yang lolos dan masuk kota dari pertigaan Blandongan, tidak jarang bertonase berat. Bahkan dump truk beroda lebih dari 8 hingga trailer.

Para sopir biasanya juga sudah mengetahui kondisi, berani masuk saat malam hari. “Biasanya truk menerobos di atas pukul 22.00. Atau menunggu sampai tidak ada petugas di Poslantas Blandongan,” beber Juwanto, salah satu warga Jalan Veteran.

Dengan truk masuk jalur perkotaan tersebut, tentu saja kondisi tersebut mengkhawatirkan. “Jalan cepat rusak. Kalau terus-terusan seperti ini, jangan heran jika Jalan Balaikota yang baru dibenahi, akan cepat rusak. Yang bikin ironis, mengapa truk ini berani melintas. Padahal di Jalan Balaikota sendiri, ada markas polisi (Satlantas Polres Pasuruan Kota),” beber Juwanto.

Memang saat ini di pertigaan Blandongan, sudah dipasang barrier. Langkah tilang yang dilakukan polisi, juga sudah sering. Tetapi menjelang malam hari, water barrier yang sudah terpasang di simpang tiga, terkadang digeser. Sehingga truk besar enggan melintas di jalur lingkar selatan (JLS). Padahal kondisi JLS masih mulus. Kelas jalannya juga mendukung.

“Entah siapa yang menggesernya. Makanya truk besar tetap bisa melintas. Harusnya orang-orang yang tidak bertanggung jawab tersebut, ditindak. Tetapi solusi paling bagus adalah memasang CCTV yang bisa untuk menilang pelanggar (CCTV ETLE, Red),” imbuh Wawan, warga Blandongan.

CCTV ETLE sendiri masih diusahakan kepolisian. Namun CCTV dari Mabes Polri masih belum jelas, kapan akan direalisasikan. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/