alexametrics
26.8 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Baru 9 Persen Sasaran Vaksin di Kab Pasuruan Disuntik

BANGIL, Radar Bromo – Vaksinasi kini menjadi salah satu ikhtiar pemerintah untuk menekan Covid-19. Tujuannya untuk menciptakan herd immunity sehingga terjadi kekebalan. Upaya ini juga dilakukan di tingkat pemerintah daerah. Dari empat daerah yang berada di wilayah edar Jawa Pos Radar Bromo, tidak semua vaksinasi mulus.

Ada beberapa kendala yang ditemui pemerintah daerah. Meski terus berupaya mengejar herd immunity, kendala di lapangan selalu ada saja. Padahal pemerintah pusat menargetken, akhir Agustus nanti 70 persen masyarakat Indonesia sudah divaksin.

Tilik saja di Kabupaten pasuruan. Sampai kini cakupan vaksin di Kabupaten Pasuruan masih terbilang rendah. Sebab dari target sasaran yang divaksin, baru sekitar 9 persen yang direalisasikan.

Beberapa hal menjadi faktornya. Salah satunya, ketersediaan vaksin yang masih mengandalkan ketersediaan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan, Ani Latifa, mengungkapkan, sebanyak 1,2 juta penduduk di Kabupaten Pasuruan ditargetkan bisa divaksin. Hal ini bertujuan, untuk menciptakan kekebalan komunitas. Sehingga, risiko penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

“Jumlah tersebut, merupakan 70 persen dari target penduduk di Kabupaten Pasuruan,” kata Ani Latifa yang menyebut jumlah penduduk di Kabupaten Pasuruan, sekitar 1,6 juta jiwa.

BIAR KEBAL: Vaksinasi Lansia di Kota Pasuruan. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Ia menambahkan, vaksinasi terus dilakukan. Sejauh ini, memang belum semua sasaran vaksin direalisasikan. Karena, baru sektiar 9 persen terlaksana.

Jumlah tersebut, mulai dari tenaga kesehatan (nakes), lansia, pelayanan publik hingga masyarakat umum. Setidaknya, 112.524 orang yang sudah divaksin. “Memang masih jauh dari target sasaran,” ujarnya.

Menurut Ani, masih minimnya realisasi vaksin itu, salah satunya dipengaruhi pasokan vaksin. Karena, ketersediaan vaksin, masih mengandalkan pemerintah pusat. Hingga saat ini, setidaknya lebih dari 25 ribu vial vaksin telah digulirkan.

Saat ini, kata Ani, sasaran vaksin juga dikembangkan. Bukan hanya layanan publik ataupun lansia. Karena, juga akan memfokuskan pula pada kalangan remaja. “Dalam minggu ini, sasaran remaja digulirkan. Kami targetkan, 145.342 jiwa, yang menjadi sasaran di kalangan remaja ini bisa divaksin,” sambungnya. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Vaksinasi kini menjadi salah satu ikhtiar pemerintah untuk menekan Covid-19. Tujuannya untuk menciptakan herd immunity sehingga terjadi kekebalan. Upaya ini juga dilakukan di tingkat pemerintah daerah. Dari empat daerah yang berada di wilayah edar Jawa Pos Radar Bromo, tidak semua vaksinasi mulus.

Ada beberapa kendala yang ditemui pemerintah daerah. Meski terus berupaya mengejar herd immunity, kendala di lapangan selalu ada saja. Padahal pemerintah pusat menargetken, akhir Agustus nanti 70 persen masyarakat Indonesia sudah divaksin.

Tilik saja di Kabupaten pasuruan. Sampai kini cakupan vaksin di Kabupaten Pasuruan masih terbilang rendah. Sebab dari target sasaran yang divaksin, baru sekitar 9 persen yang direalisasikan.

Beberapa hal menjadi faktornya. Salah satunya, ketersediaan vaksin yang masih mengandalkan ketersediaan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan, Ani Latifa, mengungkapkan, sebanyak 1,2 juta penduduk di Kabupaten Pasuruan ditargetkan bisa divaksin. Hal ini bertujuan, untuk menciptakan kekebalan komunitas. Sehingga, risiko penyebaran Covid-19 bisa ditekan.

“Jumlah tersebut, merupakan 70 persen dari target penduduk di Kabupaten Pasuruan,” kata Ani Latifa yang menyebut jumlah penduduk di Kabupaten Pasuruan, sekitar 1,6 juta jiwa.

BIAR KEBAL: Vaksinasi Lansia di Kota Pasuruan. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Ia menambahkan, vaksinasi terus dilakukan. Sejauh ini, memang belum semua sasaran vaksin direalisasikan. Karena, baru sektiar 9 persen terlaksana.

Jumlah tersebut, mulai dari tenaga kesehatan (nakes), lansia, pelayanan publik hingga masyarakat umum. Setidaknya, 112.524 orang yang sudah divaksin. “Memang masih jauh dari target sasaran,” ujarnya.

Menurut Ani, masih minimnya realisasi vaksin itu, salah satunya dipengaruhi pasokan vaksin. Karena, ketersediaan vaksin, masih mengandalkan pemerintah pusat. Hingga saat ini, setidaknya lebih dari 25 ribu vial vaksin telah digulirkan.

Saat ini, kata Ani, sasaran vaksin juga dikembangkan. Bukan hanya layanan publik ataupun lansia. Karena, juga akan memfokuskan pula pada kalangan remaja. “Dalam minggu ini, sasaran remaja digulirkan. Kami targetkan, 145.342 jiwa, yang menjadi sasaran di kalangan remaja ini bisa divaksin,” sambungnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/