alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Wednesday, 6 July 2022

Wisatawan Hilang di Bromo Ditemukan di Tengah Tebing, Evakuasi Dramatis

TOSARI, Radar Bromo-Pencarian terhadap Roni Nur Efendi, 20, wisatawan asal Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang hilang di Bromo akhirnya membuahkan hasil. Di hari ketiga pencarian Selasa (21/6), Fendi –sapaan akrab Roni- ditemukan.

Fendi ditemukan berada di bawah tebing setinggi kurang lebih 200 meter. Ia ditemukan oleh tim gabungan yang ikut dalam pencarian.

Fendi ditemukan tim gabungan. Terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBS), dan relawan serta warga sekitar. Serta BPBD Kabupaten Pasuruan dan Basarnas Surabaya.

Tim memulai pencarian sekitar pukul 09.00. Tim yang terdiri hampir 100 orang itu, disebar disekitar lokasi ditemukan barang – barang Fendi. Sekitar pukul 12.00 kabar korban ditemukan pun menyebar ke seluruh tim.

Remaja asal Pakis Malang Dilaporkan Hilang di Wonokitri Bromo

Ia ditemukan terjebak diantara tebing yang tingginya berkisar 1 kilometer. Dengan kemiringan 70 derajat. Ia berada di tengah-tengahnya. Dari lokasi motornya ditemukan kurang lebih 100 meter kearah utara.

“Korban ditemukan selamat berada di tengah tebing. Tinggi tebing kurang lebih 1 kilo. Dan posisi korban berada di tengah – tengah. Selamat tetapi lemas,” kata Komandan Regu (Danru) Basarnas Surabaya Adhie.

Ia menjelaskan, setelah korban ditemukan, tidak lantas dilakukan evakuasi. Petugas masih mencari cara bagaimana bisa membawa korban. Jika dievakuasi dengan dibawa ke atas, kondisinya kurang memungkinkan.

Petugas pun lantas mengevakuasi korban dengan diturunkan ke bawah. Untuk mencapai lokasi, harus mendaki bukit setinggi lebih dari 500 meter.

Sebelum Hilang di Bromo, Remaja asal Pakis Kontak Keluarga Kehabisan Bensin

“Kami membawa tali dan juga tandu. Tali ini kami bawa sebagai pegangan. Jadi ketika jalan curam petugas tetap aman,” tuturnya.

Fendi sendiri kondisinya sadar. Hanya saja badannya lemas karena tak makan apa -apa selama tiga hari. Evakuasipun dilakukan dengan dua cara. Pertama menggendong korban ketika jalan yang dilalui curam. Namun,ketika sudah hampir mencapai bawah, yakni bibir lautan pasir ia dibawa dengan tandu.

“Korban setelah berhasil dievakuasi langsung kami bawa ke Pos TNBTS di Wonokitri. Setelah di tes kesehatan dan psikonya langsung dibawa pulang oleh saudaranya,” kata Adhie. (sid/mie)

TOSARI, Radar Bromo-Pencarian terhadap Roni Nur Efendi, 20, wisatawan asal Wendit, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yang hilang di Bromo akhirnya membuahkan hasil. Di hari ketiga pencarian Selasa (21/6), Fendi –sapaan akrab Roni- ditemukan.

Fendi ditemukan berada di bawah tebing setinggi kurang lebih 200 meter. Ia ditemukan oleh tim gabungan yang ikut dalam pencarian.

Fendi ditemukan tim gabungan. Terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBS), dan relawan serta warga sekitar. Serta BPBD Kabupaten Pasuruan dan Basarnas Surabaya.

Tim memulai pencarian sekitar pukul 09.00. Tim yang terdiri hampir 100 orang itu, disebar disekitar lokasi ditemukan barang – barang Fendi. Sekitar pukul 12.00 kabar korban ditemukan pun menyebar ke seluruh tim.

Remaja asal Pakis Malang Dilaporkan Hilang di Wonokitri Bromo

Ia ditemukan terjebak diantara tebing yang tingginya berkisar 1 kilometer. Dengan kemiringan 70 derajat. Ia berada di tengah-tengahnya. Dari lokasi motornya ditemukan kurang lebih 100 meter kearah utara.

“Korban ditemukan selamat berada di tengah tebing. Tinggi tebing kurang lebih 1 kilo. Dan posisi korban berada di tengah – tengah. Selamat tetapi lemas,” kata Komandan Regu (Danru) Basarnas Surabaya Adhie.

Ia menjelaskan, setelah korban ditemukan, tidak lantas dilakukan evakuasi. Petugas masih mencari cara bagaimana bisa membawa korban. Jika dievakuasi dengan dibawa ke atas, kondisinya kurang memungkinkan.

Petugas pun lantas mengevakuasi korban dengan diturunkan ke bawah. Untuk mencapai lokasi, harus mendaki bukit setinggi lebih dari 500 meter.

Sebelum Hilang di Bromo, Remaja asal Pakis Kontak Keluarga Kehabisan Bensin

“Kami membawa tali dan juga tandu. Tali ini kami bawa sebagai pegangan. Jadi ketika jalan curam petugas tetap aman,” tuturnya.

Fendi sendiri kondisinya sadar. Hanya saja badannya lemas karena tak makan apa -apa selama tiga hari. Evakuasipun dilakukan dengan dua cara. Pertama menggendong korban ketika jalan yang dilalui curam. Namun,ketika sudah hampir mencapai bawah, yakni bibir lautan pasir ia dibawa dengan tandu.

“Korban setelah berhasil dievakuasi langsung kami bawa ke Pos TNBTS di Wonokitri. Setelah di tes kesehatan dan psikonya langsung dibawa pulang oleh saudaranya,” kata Adhie. (sid/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/