alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Wednesday, 29 June 2022

Cuaca Tak Mendukung, Nelayan di Pasuruan Pilih Tak Melaut

PASURUAN, Radar Bromo – Perairan Pasuruan masih terjadi air pasang sampai Jumat (20/5). Tak hanya air pasang. Gelombang laut juga tinggi. Ini membuat sebagian nelayan di Pasuruan ada yang libur melaut.

Mereka yang libur melaut lantaran enggan untuk mengambil risiko. Apalagi, ikan di perairan juga masih sulit untuk ditangkap.

Salah satu nelayan yang enggan melaut adalah Sodik. Nelayan asal Kalirejo, Kecamatan Lekok tersebut mengaku sudah beberapa hari ini tidak melaut. Perkaranya bukan hanya air pasang. Tetapi cuaca juga tidak mendukung. Jika dipaksakan melaut maka akan mengakibatkan hal yang membahayakan. “Libur karena anginnya kencang juga,” katanya.

Selain berbahaya, kata Sodik, jika dipaaksakan melaut juga bakalan sia -sia. Pendapatan akan berkurang bahkan bisa-bisa tidak mendapatkan sama sekali.

“Tapi tetap ada nelayan yang berani. Biasanya yang pakai mesin. Tapi juga tidak jauh. Mereka biasa di tepi pantai,” tuturnya.

Hal berbeda dilakukan Hasbullah. Nelayan asal Lekook itu mengaku masih tetap melaut. Pasalnya jika tidak melaut maka tidak ada penghasilan. Ia hanya mengandalkan mata pencaharian dari hasil laut. Meskipun cuaca sedang tidak bersahabat ia paksakan melalut. “Sebagian ada. Termasuk saya. Ini saya dapat ikan,” katanya.

Sementara Zulham, nelayan dari Desa Wates mengatakan, mayoritas nelayan yang ada di daerahnya pencari cumi dan udang. Saat ini sudah masuk musim tangkapan udang. Karena angin riskan, para nelayan melaut dan pilih libur. Dengan tidak melaut, kegiatan mereka banyak fokus diperbaikan perahu dan alat tangkap.

PASURUAN, Radar Bromo – Perairan Pasuruan masih terjadi air pasang sampai Jumat (20/5). Tak hanya air pasang. Gelombang laut juga tinggi. Ini membuat sebagian nelayan di Pasuruan ada yang libur melaut.

Mereka yang libur melaut lantaran enggan untuk mengambil risiko. Apalagi, ikan di perairan juga masih sulit untuk ditangkap.

Salah satu nelayan yang enggan melaut adalah Sodik. Nelayan asal Kalirejo, Kecamatan Lekok tersebut mengaku sudah beberapa hari ini tidak melaut. Perkaranya bukan hanya air pasang. Tetapi cuaca juga tidak mendukung. Jika dipaksakan melaut maka akan mengakibatkan hal yang membahayakan. “Libur karena anginnya kencang juga,” katanya.

Selain berbahaya, kata Sodik, jika dipaaksakan melaut juga bakalan sia -sia. Pendapatan akan berkurang bahkan bisa-bisa tidak mendapatkan sama sekali.

“Tapi tetap ada nelayan yang berani. Biasanya yang pakai mesin. Tapi juga tidak jauh. Mereka biasa di tepi pantai,” tuturnya.

Hal berbeda dilakukan Hasbullah. Nelayan asal Lekook itu mengaku masih tetap melaut. Pasalnya jika tidak melaut maka tidak ada penghasilan. Ia hanya mengandalkan mata pencaharian dari hasil laut. Meskipun cuaca sedang tidak bersahabat ia paksakan melalut. “Sebagian ada. Termasuk saya. Ini saya dapat ikan,” katanya.

Sementara Zulham, nelayan dari Desa Wates mengatakan, mayoritas nelayan yang ada di daerahnya pencari cumi dan udang. Saat ini sudah masuk musim tangkapan udang. Karena angin riskan, para nelayan melaut dan pilih libur. Dengan tidak melaut, kegiatan mereka banyak fokus diperbaikan perahu dan alat tangkap.

MOST READ

BERITA TERBARU

/