alexametrics
30.6 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Mortir Nyasar Meledak di Lekok, Tiga Rumah Warga Rusak

LEKOK, Radar Bromo Suasana Rabu sore (20/4) mendadak gempar di Dusun Semongkrong, Desa Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Sebuah mortir tiba-tiba jatuh tepat di ruang tamu rumah warga.

Tiga rumah warga pun rusak. Satu rumah rusak, karena kejatuhan mortir langsung. Sementara dua yang lain rusak, kena serpihan mortir yang jatuh.

Adalah Sulastri, 50, warga yang rumahnya tiba-tiba kejatuhan mortir. Beruntung, saat itu rumah sedang kosong. Perempuan paro baya itu sedang mencari rumput.

Dia bahkan tidak tahu bagaimana peristiwa itu terjadi. Yang dia tahu, bagian depan rumahnya rusak. Namun, Sulastri sempat mendengar suara ledakan keras.

“Saya dengar ada ledakan sebanyak tiga kali di barat. Lalu satu kali di timur,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di rumahnya, kemarin (20/4) seusai kejadian.

Saat itu, dia belum tahu bahwa ledakan terakhir itu mengenai rumahnya. Saat ledakan terakhir berbunyi, Sulastri separo perjalanan pulang ke rumah.

Mendekati rumahnya baru hatinya berdebar. Sebab, warga ramai berkerumun di depan rumahnya. Hati bertanya-tanya, ada apa.

“Banyak orang di depan rumah. Baru tahu bahwa rumah saya kena ledakan bom. Untung saya tidak ada di rumah. Kalau saya di rumah, pasti sudah mati,” tuturnya dengan logat Madura.

Rumah Sulastri sendiri berdempetan dengan rumah anaknya, Tinama, 30. Rumah Tinama pun rusak. Namun, tidak parah. Selain itu, rumah tetangga Sulastri di depannya juga rusak. Namun, juga tidak parah.

Kerusakan paling parah terjadi pada rumah Sulastri. Atap ruang tamunya hancur oleh mortir yang meledak. Bahkan, ada serpihan mortir di teras rumahnya yang berlantai tanah itu.

LEKOK, Radar Bromo Suasana Rabu sore (20/4) mendadak gempar di Dusun Semongkrong, Desa Balunganyar, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Sebuah mortir tiba-tiba jatuh tepat di ruang tamu rumah warga.

Tiga rumah warga pun rusak. Satu rumah rusak, karena kejatuhan mortir langsung. Sementara dua yang lain rusak, kena serpihan mortir yang jatuh.

Adalah Sulastri, 50, warga yang rumahnya tiba-tiba kejatuhan mortir. Beruntung, saat itu rumah sedang kosong. Perempuan paro baya itu sedang mencari rumput.

Dia bahkan tidak tahu bagaimana peristiwa itu terjadi. Yang dia tahu, bagian depan rumahnya rusak. Namun, Sulastri sempat mendengar suara ledakan keras.

“Saya dengar ada ledakan sebanyak tiga kali di barat. Lalu satu kali di timur,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di rumahnya, kemarin (20/4) seusai kejadian.

Saat itu, dia belum tahu bahwa ledakan terakhir itu mengenai rumahnya. Saat ledakan terakhir berbunyi, Sulastri separo perjalanan pulang ke rumah.

Mendekati rumahnya baru hatinya berdebar. Sebab, warga ramai berkerumun di depan rumahnya. Hati bertanya-tanya, ada apa.

“Banyak orang di depan rumah. Baru tahu bahwa rumah saya kena ledakan bom. Untung saya tidak ada di rumah. Kalau saya di rumah, pasti sudah mati,” tuturnya dengan logat Madura.

Rumah Sulastri sendiri berdempetan dengan rumah anaknya, Tinama, 30. Rumah Tinama pun rusak. Namun, tidak parah. Selain itu, rumah tetangga Sulastri di depannya juga rusak. Namun, juga tidak parah.

Kerusakan paling parah terjadi pada rumah Sulastri. Atap ruang tamunya hancur oleh mortir yang meledak. Bahkan, ada serpihan mortir di teras rumahnya yang berlantai tanah itu.

MOST READ

BERITA TERBARU

/