alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Perbanyak Patroli-Kamera CCTV bisa Hambat Aksi Begal

PASURUAN, Radar Bromo – Kasus begal semakin marak. DPRD Kabupaten Pasuruan meminta Pemkab Pasuruan memasang kamera CCTV di lokasi-lokasi rawan begal. Yang tidak kalah pentingnya ialah menyikapi faktor-faktor pemicu aksi begal.

Ketua Komisi I Kabupaten Pasuruan Kasiman menyebutkan, ada dua unsur pemicu maraknya begal. Pertama, unsur sosial. Yakni, ada kesenjangan ekonomi dan tenggang rasa atau kasih sayang sesama manusia. Faktor ekonomi perlu dicarikan solusinya.

Kedua, pentingnya penyuluhan kepada masyarakat. Dari kepolisian atau penegak hukum, perlu ada atensi maksimal. Ada perlakuan khusus terhadap daerah yang rawan tindak kriminal. Contohnya, patroli dua kali dalam satu malam. Itu sudah seharusnya. Tidak salah dilakukan. Sebab, polisi memang bertugas mengayomi masyarakat.

”Bukan malah kalau ada masalah baru datang ke TKP,” kata Kasiman. Masyarakat memerlukan rasa aman dan nyaman. Tugas polisi adalah memberikan perhatian yang maksimal.

Untuk pemkab, lanjut dia, daerah-daerah rawan kriminalitas butuh peneranan jalan yang lebih. Tidak cukup satu lampu. Harus lebih dari itu. Bahkan, perlu memasang kamera CCTV untuk memantau pengguna jalan.

”Dengan CCTV, daerah rawan bisa dipantau dari jarak jauh,” tambahnya. Di Dinas Kominfo juga disiapkan ruang pantau. Fasilitas itu tidak mahal. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo – Kasus begal semakin marak. DPRD Kabupaten Pasuruan meminta Pemkab Pasuruan memasang kamera CCTV di lokasi-lokasi rawan begal. Yang tidak kalah pentingnya ialah menyikapi faktor-faktor pemicu aksi begal.

Ketua Komisi I Kabupaten Pasuruan Kasiman menyebutkan, ada dua unsur pemicu maraknya begal. Pertama, unsur sosial. Yakni, ada kesenjangan ekonomi dan tenggang rasa atau kasih sayang sesama manusia. Faktor ekonomi perlu dicarikan solusinya.

Kedua, pentingnya penyuluhan kepada masyarakat. Dari kepolisian atau penegak hukum, perlu ada atensi maksimal. Ada perlakuan khusus terhadap daerah yang rawan tindak kriminal. Contohnya, patroli dua kali dalam satu malam. Itu sudah seharusnya. Tidak salah dilakukan. Sebab, polisi memang bertugas mengayomi masyarakat.

”Bukan malah kalau ada masalah baru datang ke TKP,” kata Kasiman. Masyarakat memerlukan rasa aman dan nyaman. Tugas polisi adalah memberikan perhatian yang maksimal.

Untuk pemkab, lanjut dia, daerah-daerah rawan kriminalitas butuh peneranan jalan yang lebih. Tidak cukup satu lampu. Harus lebih dari itu. Bahkan, perlu memasang kamera CCTV untuk memantau pengguna jalan.

”Dengan CCTV, daerah rawan bisa dipantau dari jarak jauh,” tambahnya. Di Dinas Kominfo juga disiapkan ruang pantau. Fasilitas itu tidak mahal. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/