alexametrics
23.1 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Gus Ipong: Banser Siap Bantu Hadapi Begal

PASURUAN, Radar Bromo – Keresahan masyarakat akibat aksi begal ini mengundang keprihatinan ulama. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakin khawatir muncul gerakan massa untuk main hakim sendiri terhadap begal.

”Kami memohon kepada aparat terkait, terutama kepolisian, untuk lebih bekerja keras. Karena ini mendekati Lebaran,” kata Gus Ipong, sapaah KH Imron Mutamakkin.

Gus Ipong juga mengaku pernah berdiskusi dengan kapolsek di daerahnya. Menurut keterangan kapolsek tersebut, memang kriminalitas pada beberapa hari ini meningkat. Tetapi, daerah tempat kapolsek itu bertugas aman. ”Beliau menunjukkan beberapa kasus yang terjadi. Seperti di Grati dan sebagainya. Tetapi, di daerahnya aman,” katanya.

Gus Ipong khawatir, aksi penjahat jalanan ini memacing reaksi yang berbahaya. Yaitu, gerakan massa untuk main hakim sendiri terhadap begal. Hal itu pernah terjadi pada sebelumnya. ”Dulu pernah hal seperti ini naik (kriminalitas tinggi). Kemudian masyarakat bertindak sendiri,” jelasnya.

Siapkah membantu kepolisian? Gus Ipong menyatakan dirinya siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kalau memang diajak bersama-sama, organisasi masyarakat siap membantu. Bahkan, Banser juga bisa diminta terlibat. ”Tapi, tetap kewenangan penindakan dan sebagainya adalah kepolisian,” tandasnya. (sid/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Keresahan masyarakat akibat aksi begal ini mengundang keprihatinan ulama. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakin khawatir muncul gerakan massa untuk main hakim sendiri terhadap begal.

”Kami memohon kepada aparat terkait, terutama kepolisian, untuk lebih bekerja keras. Karena ini mendekati Lebaran,” kata Gus Ipong, sapaah KH Imron Mutamakkin.

Gus Ipong juga mengaku pernah berdiskusi dengan kapolsek di daerahnya. Menurut keterangan kapolsek tersebut, memang kriminalitas pada beberapa hari ini meningkat. Tetapi, daerah tempat kapolsek itu bertugas aman. ”Beliau menunjukkan beberapa kasus yang terjadi. Seperti di Grati dan sebagainya. Tetapi, di daerahnya aman,” katanya.

Gus Ipong khawatir, aksi penjahat jalanan ini memacing reaksi yang berbahaya. Yaitu, gerakan massa untuk main hakim sendiri terhadap begal. Hal itu pernah terjadi pada sebelumnya. ”Dulu pernah hal seperti ini naik (kriminalitas tinggi). Kemudian masyarakat bertindak sendiri,” jelasnya.

Siapkah membantu kepolisian? Gus Ipong menyatakan dirinya siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Kalau memang diajak bersama-sama, organisasi masyarakat siap membantu. Bahkan, Banser juga bisa diminta terlibat. ”Tapi, tetap kewenangan penindakan dan sebagainya adalah kepolisian,” tandasnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/