alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Petakan Sekolah Rusak di Kab Pasuruan yang Perlu Dibenahi

PANDAAN, Radar Bromo – Meski saat ini masih pandemi, perhatian Pemkab Pasuruan untuk dunia pendidikan masih menjadi fokus. Bahkan sejumlah rehab sekolah rusak, di tahun ini tetap dianggarkan. Rehab tersebut khususnya untuk kegiatan fisik rehab ruang kelas. Terutama untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

“Untuk rehab ruang kelas di SD dan SMP, tahun ini kami pastikan tetap ada. Baik swasta maupun negeri. Meskipun masih masa pandemi dan sedang berlangsung,” kata kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Pasuruan Hasbullah, saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (20/2).

Terkait ini, instansinya di lapangan masih menempuh proses pendataan dan pemetaan. Tujuannya untuk mengetahui, manakah yang perlu dijadikan prioritas. Seperti ruang kelas sekolah yang ada, kini mengalami kerusakan berat.

Sejauh ini, proses pendataan dan pemetaannya belum rampung. “Ini mengingat tingkat kebutuhan, tidak sebanding dengan anggaran yang tersedia. Apalagi dengan adanya refocusing yang di tahun ini tetap ada,” bebernya.

Disinggung berapa besaran anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan fisik ruang kelas di tahun ini. Ia enggan menyebutkan nilai detail maupun globalnya.

“Dananya tetap ada dan sudah dianggarkan. Kami alokasikan untuk pembiayaannya dari APBD Kabupaten Pasuruan,” tegasnya. (zal/fun)

PANDAAN, Radar Bromo – Meski saat ini masih pandemi, perhatian Pemkab Pasuruan untuk dunia pendidikan masih menjadi fokus. Bahkan sejumlah rehab sekolah rusak, di tahun ini tetap dianggarkan. Rehab tersebut khususnya untuk kegiatan fisik rehab ruang kelas. Terutama untuk sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

“Untuk rehab ruang kelas di SD dan SMP, tahun ini kami pastikan tetap ada. Baik swasta maupun negeri. Meskipun masih masa pandemi dan sedang berlangsung,” kata kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Pasuruan Hasbullah, saat dihubungi Jawa Pos Radar Bromo, Minggu (20/2).

Terkait ini, instansinya di lapangan masih menempuh proses pendataan dan pemetaan. Tujuannya untuk mengetahui, manakah yang perlu dijadikan prioritas. Seperti ruang kelas sekolah yang ada, kini mengalami kerusakan berat.

Sejauh ini, proses pendataan dan pemetaannya belum rampung. “Ini mengingat tingkat kebutuhan, tidak sebanding dengan anggaran yang tersedia. Apalagi dengan adanya refocusing yang di tahun ini tetap ada,” bebernya.

Disinggung berapa besaran anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan fisik ruang kelas di tahun ini. Ia enggan menyebutkan nilai detail maupun globalnya.

“Dananya tetap ada dan sudah dianggarkan. Kami alokasikan untuk pembiayaannya dari APBD Kabupaten Pasuruan,” tegasnya. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/