alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Lahan Pertanian di Kota Pasuruan Terus Menyusut

PASURUAN, Radar Bromo – Lahan pertanian di Kota Pasuruan semakin menyusut dari tahun ke tahun. Hal itu dikarenakan banyaknya pembangunan infrastruktur maupun perumahan baru. Namun, Pemkot Pasuruan terus mendorong agar lahan pertanian yang ada tetap produktif.

Saat ini, lahan pertanian tersisa sekitar 900 hektare. Angka itu, sedikit berkurang dibandingkan catatan terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017. Saat itu, luas lahan pertanian masih mencapai 1.138 hektare. Penyusutan luas lahan pertanian dipicu berbagai faktor. Terutama, adanya pembangunan jalan tol dan perumahan baru.

Sedangkan, rata-rata lahan yang dimanfaatkan untuk produksi padi mencapai 2.500 hektare setahun. Angka itu didapat dari luasan lahan pertanian dikalikan dengan masa panen. Meski begitu, tak semua lahan pertanian bisa mencapai tiga kali masa panen. Apalagi di musim kemarau yang membuat perairan di lahan pertanian lebih sulit. Sebagian hanya mengalami dua kali masa panen padi.

“Sebagian tidak mendapat pasokan air yang cukup saat kemarau, jadi hanya dua kali panen,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Yudie Andi Prasetya.

Karena itu, produktivitas lahan pertanian untuk tanaman padi berbeda-beda. Pada 2020, pihaknya mencatat produktivitas lahan pertanian rata-rata mencapai 6,6 ton per hektare. “Kalau total produksi padi tahun lalu sekitar 16.500 ton. Perhitungannya dari hasil produksi per hektare disandingkan dengan luasan lahan produksi,” jelasnya. (tom/rud)

PASURUAN, Radar Bromo – Lahan pertanian di Kota Pasuruan semakin menyusut dari tahun ke tahun. Hal itu dikarenakan banyaknya pembangunan infrastruktur maupun perumahan baru. Namun, Pemkot Pasuruan terus mendorong agar lahan pertanian yang ada tetap produktif.

Saat ini, lahan pertanian tersisa sekitar 900 hektare. Angka itu, sedikit berkurang dibandingkan catatan terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017. Saat itu, luas lahan pertanian masih mencapai 1.138 hektare. Penyusutan luas lahan pertanian dipicu berbagai faktor. Terutama, adanya pembangunan jalan tol dan perumahan baru.

Sedangkan, rata-rata lahan yang dimanfaatkan untuk produksi padi mencapai 2.500 hektare setahun. Angka itu didapat dari luasan lahan pertanian dikalikan dengan masa panen. Meski begitu, tak semua lahan pertanian bisa mencapai tiga kali masa panen. Apalagi di musim kemarau yang membuat perairan di lahan pertanian lebih sulit. Sebagian hanya mengalami dua kali masa panen padi.

“Sebagian tidak mendapat pasokan air yang cukup saat kemarau, jadi hanya dua kali panen,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan, Yudie Andi Prasetya.

Karena itu, produktivitas lahan pertanian untuk tanaman padi berbeda-beda. Pada 2020, pihaknya mencatat produktivitas lahan pertanian rata-rata mencapai 6,6 ton per hektare. “Kalau total produksi padi tahun lalu sekitar 16.500 ton. Perhitungannya dari hasil produksi per hektare disandingkan dengan luasan lahan produksi,” jelasnya. (tom/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/