alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 2 December 2020

Pembahasan 6 Raperda Kota Pasuruan Ditunda, Ini Penyebabnya

PASURUAN, Radar Bromo – Pembahasan enam rancangan peraturan daerah (raperda) yang diusulkan Pemkot Pasuruan tampaknya bakal molor. Meski sudah diusulkan ke legislatif, pembahasan baru bisa dilakukan setelah adanya persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri.

Persetujuan itu diperlukan apabila kepala daerah yang bertugas bukan pejabat definitif. Karena itu, Pemkot mengajukan izin ke Kementerian Dalam Negeri.

“Sudah kami ajukan ke Gubernur. Setelah itu, baru ke Kemendagri cq Dirjen Otonomi Daerah,” kata Pj Sekda Kota Pasuruan Anom Surahno, Senin (19/10).

Sebelumnya, Pemkot mengusulkan enam draf raperda untuk segera dibahas dengan legislatif. Dari enam draf yang diusulkan, tiga di antaranya merupakan draf raperda perubahan.

Yakni terkait perda 24/2015 tentang penanggulangan anak jalanan, gelandangan dan pengemis, perda 13/2011 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah, perda 1/2015 tentang pengelolaan pemakaman.

Selain itu, dua draf lainnya ialah raperda tentang kawasan tanpa rokok dan raperda tentang perusahaan umum daerah air minum Tirta Umbulan. Terakhir, raperda tentang pencabutan perda 16/2011 tentang retribusi izin gangguan.

Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan menjelaskan, pihaknya sudah menjadwalkan paripurna pertama hari ini. Akan tetapi, agenda itu kemudian urung digelar.

Sebab, beberapa waktu lalu, pihaknya menerima permintaan pembatalan pembahasan dari Pemkot. “Pada Jumat yang lalu ada permintaan untuk membatalkan pembahasan enam raperda yang diusulkan. Seharusnya memang hari ini paripurna pertama,” ujar Ismail.

Sedianya, DPRD telah membentuk tiga pansus untuk mempercepat pembahasan raperda. Setiap pansus akan membahas dua draf raperda bersama eksekutif. “Karena ada permintaan seperti itu, maka pembahasannya juga belum bisa dilakukan,” jelasnya. (tom/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Petani Resah Lagi Pupuk Subsidi Langka di Pasaran

Petani di Kabupaten Probolinggo kembali diresahkan dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Terima 68 Pengajuan Pelimpahan Haji Ahli Waris di Kab Pasuruan

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan terus menerima pengajuan pelimpahan porsi haji kepada ahli waris.

DLH Sudah Laporkan Tumpahan Batu Bara di Perairan Sekitar PLTU Paiton

DLH sudah melaporkan kejadian itu kepada kementerian LHK pada tahun 2018.

Mau ke Blitar, Ambulans Muat Jenazah Terbakar di Tol Gempan

Keluarga yang mengendarai di belakang ambulans sempat melihat, ambulans mengeluarkan percikan api dari knalpot. Seketika itu ambuilans berhenti

Enam Pegawai BPBD Kab Probolinggo Positif Covid-19

Dari 60 pegawai yang di-swab, sebanyak 6 pegawai terkonfirmasi positif covid-19.