alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Wednesday, 2 December 2020

Pelebaran 7 Jembatan di Pasuruan–Probolinggo Sulit Terealisasi

PASURUAN, Radar Bromo – Rencana pelebaran sejumlah jembatan di jalur nasional wilayah Kota Pasuruan, nampaknya masih sulit terealisasi tahun depan. Anggaran yang besar ditambah kondisi ekonomi yang lesu terimbas pandemi jadi salah satu pemicunya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol, Pasuruan, Probolinggo Rudy Napitupulu mengungkapkan, keinginan pelebaran sejumlah jembatan nasional di Pasuruan-Probolinggo sejatinya tetap ada. Bahkan, beberapa waktu lalu konsultan perencana sempat meninjau langsung lokasi jembatan yang diajukan.

Jembatan itu adalah Jembatan Purut, Jembatan Petung dan Jembatan Bukwedi di Kota Pasuruan. Lalu, Jembatan Kasuran di Kecamatan Rejoso dan Jembatan Wedusan di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.

Selain itu, Jembatan Curahtulis di Kecamatan Tongas, Jembatan Kali Bibis di Kecamatan Sumberasih serta Jembatan Lemah Kembar di Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Dari peninjauan itu, konsultan menilai delapan jembatan tersebut memang perlu dilebarkan. Pelebaran harus dilakukan di kedua sisi.

Sebab rata rata jembatan itu hanya memiliki lebar jalan antara 7-10 meter. Padahal, idealnya butuh sekitar 21 meter. Sehingga, jembatan ini bisa aman dan yaman saat dilewati meski lalu lintas cukup padat.

“Rencana pelebaran tidak berubah dari rencana semula. Keseriusan untuk rencana ini adalah kami sudah menyampaikannya ke pusat. Bahkan konsultan sudah datang untuk meninjau langsung lokasi,” ungkapnya.

Meski begitu, Rudy belum bisa memastikan kapan pelebaran ke tujuh jembatan ini bisa dilaksanakan. Sebab rencana ini bakal membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Namun melihat kondisi saat ini, pihaknya pesimistis bisa direalisasikan tahun depan. Sebab saat ini tengah terjadi pandemi dan anggaran dari pemerintah pun dipangkas.

“Kami belum tahu berapa anggaran yang kami dapatkan tahun depan. Cuma infonya lebih kecil dari tahun ini. Mau gimana lagi? kan sekarang masih pandemi. Cuma pasti akan terus kami ajukan ke pusat,” sebut Rudy. (riz/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Bank Indonesia Gulirkan Beasiswa Satu Juta Tiap Bulan

Masing-masing mahasiswa itu akan mendapatkan beasiswa sebesar Rp 1 juta tiap bulan selama setahun mulai Januari 2021.

Petani Resah Lagi Pupuk Subsidi Langka di Pasaran

Petani di Kabupaten Probolinggo kembali diresahkan dengan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.

Terima 68 Pengajuan Pelimpahan Haji Ahli Waris di Kab Pasuruan

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan terus menerima pengajuan pelimpahan porsi haji kepada ahli waris.

DLH Sudah Laporkan Tumpahan Batu Bara di Perairan Sekitar PLTU Paiton

DLH sudah melaporkan kejadian itu kepada kementerian LHK pada tahun 2018.

Mau ke Blitar, Ambulans Muat Jenazah Terbakar di Tol Gempan

Keluarga yang mengendarai di belakang ambulans sempat melihat, ambulans mengeluarkan percikan api dari knalpot. Seketika itu ambuilans berhenti