alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Tak Ada Angkutan Gratis walau Belajar Tatap Muka Sudah Digelar

PASURUAN, Radar Bromo Pembelajaran tatap muka (PTM) mulai berjalan. Di sekolah, murid-murid dan guru bisa datang ke sekolah dan belajar di dalam kelas. Semua harus berangkat sendiri karena tidak ada angkutan sekolah gratis seperti sebelum pandemi.

Pada 2021 ini, sebenarnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan berencana mengoperasikan lagi angkutan sekolah gratis. Namun, karena kondisi yang tak kunjung normal, biaya angkutan sekolah gratis pun tak jadi dianggarkan.

Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Agus Heri Wibawa mengatakan, selama pandemi, angkutan sekolah gratis di wilayah kabupaten tidak beroperasi. Sebab, siswa-siswi yang mendapatkan fasilitas tersebut sekarang belajar di rumah. ”Jadi, angkutan sekolah gratis libur dulu,” katanya.

Saat ini, sekolah mulai aktif. PTM sudah berjalan dua hari dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan. Namun, tambah Agus, tahun ini Dishub tidak menganggarkan biaya angkutan sekolah gratis. ”Anggarannya tidak ada,” katanya.

Bagaimana tahun depan? Agus menyatakan siap berusaha menganggarkannya lagi. Tujuannya, mempermudah para pelajar untuk pergi ke sekolah. ”Semoga keadaan membaik dan pembelajaran tatap muka diteruskan,” katanya.

Sebelum pandemi, angkutan sekolah gratis untuk sementara berlaku di dua wilayah. Yaitu, Kecamatan Pandaan dan Kecamatan Bangil. Siswa yang mendapatkan fasilitas tersebut diberi karcis sebagai tanda bayar.

Moda angkutan gratis adalah angkutan yang telah bekerja sama dengan pemkab. Di antaranya, paguyuban angkot di Bangil dan Pandaan. (sid/far)

PASURUAN, Radar Bromo Pembelajaran tatap muka (PTM) mulai berjalan. Di sekolah, murid-murid dan guru bisa datang ke sekolah dan belajar di dalam kelas. Semua harus berangkat sendiri karena tidak ada angkutan sekolah gratis seperti sebelum pandemi.

Pada 2021 ini, sebenarnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan berencana mengoperasikan lagi angkutan sekolah gratis. Namun, karena kondisi yang tak kunjung normal, biaya angkutan sekolah gratis pun tak jadi dianggarkan.

Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan Agus Heri Wibawa mengatakan, selama pandemi, angkutan sekolah gratis di wilayah kabupaten tidak beroperasi. Sebab, siswa-siswi yang mendapatkan fasilitas tersebut sekarang belajar di rumah. ”Jadi, angkutan sekolah gratis libur dulu,” katanya.

Saat ini, sekolah mulai aktif. PTM sudah berjalan dua hari dengan pembatasan dan penerapan protokol kesehatan. Namun, tambah Agus, tahun ini Dishub tidak menganggarkan biaya angkutan sekolah gratis. ”Anggarannya tidak ada,” katanya.

Bagaimana tahun depan? Agus menyatakan siap berusaha menganggarkannya lagi. Tujuannya, mempermudah para pelajar untuk pergi ke sekolah. ”Semoga keadaan membaik dan pembelajaran tatap muka diteruskan,” katanya.

Sebelum pandemi, angkutan sekolah gratis untuk sementara berlaku di dua wilayah. Yaitu, Kecamatan Pandaan dan Kecamatan Bangil. Siswa yang mendapatkan fasilitas tersebut diberi karcis sebagai tanda bayar.

Moda angkutan gratis adalah angkutan yang telah bekerja sama dengan pemkab. Di antaranya, paguyuban angkot di Bangil dan Pandaan. (sid/far)

MOST READ

BERITA TERBARU

/