alexametrics
27.6 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Pastikan Tak Gelar Job Fair Tahun Ini, Di P-APBD Tak Diajukan

PASURUAN, Radar Bromo – Anggaran untuk pelaksanaan job fair atau bursa kerja di Kabupaten Pasuruan ikut di-refocusing. Ajang yang biasanya ditunggu oleh pencari kerja ini juga dipastikan tak ada. Sebab, di Perubahan APBD mendatang, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan tidak mengajukan kembali.

Suhartana, kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa kegiatan job fair atau bursa kerja memang merupakan kegiatan rutin tahunan. Biasanya diselenggarakan menjelang akhir tahun setelah kelulusan SMA/SMK dan lulusan perguruan tinggi.

“Namun melihat situasi pandemi saat ini, sehingga kami memilih tahun ini tidak dilaksanakan. Ini, lantaran kegiatan job fair biasanya memang mendatangkan pencari kerja (pencaker) dan menyebabkan kerumunan, sehingga kami hindari,” ujarnya.

Diakui bahwa setelah adanya wabah Covid-19, pencaker memang lebih tinggi. Selain lulusan SMA/SMK pertengahan tahun lalu. Imbas wabah korona membuat banyak karyawan yang dirumahkan dan di-PHK. Hal ini juga terlihat dari pengajuan AK1 di Disnaker dalam beberapa bulan terakhir ini.

Anggaran job fair sendiri masuk dalam kegiatan layanan pencari kerja mencapai Rp 190 juta. Namun, anggaran tersebut memang sudah terkena refocusing untuk penanganan Covid-19.

Kendati dipastikan tidak ada job fair, Disnaker tetap membantu pencari kerja untuk bisa mendapatkan informasi lowongan kerja. “Kami memaksimalkan aplikasi hellowork. Sehingga pencari kerja yang sudah terdata AK1 (kartu pencari kerja/kartu kuning, Red), bisa terus memantau lowongan pekerjaan. Bahkan, kami juga proaktif jika ada lowongan yang sesuai dengan kriteria akan kami hubungi agar bisa memasukkan lowongan,” ujarnya. (eka/fun)

PASURUAN, Radar Bromo – Anggaran untuk pelaksanaan job fair atau bursa kerja di Kabupaten Pasuruan ikut di-refocusing. Ajang yang biasanya ditunggu oleh pencari kerja ini juga dipastikan tak ada. Sebab, di Perubahan APBD mendatang, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan tidak mengajukan kembali.

Suhartana, kabid Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa kegiatan job fair atau bursa kerja memang merupakan kegiatan rutin tahunan. Biasanya diselenggarakan menjelang akhir tahun setelah kelulusan SMA/SMK dan lulusan perguruan tinggi.

“Namun melihat situasi pandemi saat ini, sehingga kami memilih tahun ini tidak dilaksanakan. Ini, lantaran kegiatan job fair biasanya memang mendatangkan pencari kerja (pencaker) dan menyebabkan kerumunan, sehingga kami hindari,” ujarnya.

Diakui bahwa setelah adanya wabah Covid-19, pencaker memang lebih tinggi. Selain lulusan SMA/SMK pertengahan tahun lalu. Imbas wabah korona membuat banyak karyawan yang dirumahkan dan di-PHK. Hal ini juga terlihat dari pengajuan AK1 di Disnaker dalam beberapa bulan terakhir ini.

Anggaran job fair sendiri masuk dalam kegiatan layanan pencari kerja mencapai Rp 190 juta. Namun, anggaran tersebut memang sudah terkena refocusing untuk penanganan Covid-19.

Kendati dipastikan tidak ada job fair, Disnaker tetap membantu pencari kerja untuk bisa mendapatkan informasi lowongan kerja. “Kami memaksimalkan aplikasi hellowork. Sehingga pencari kerja yang sudah terdata AK1 (kartu pencari kerja/kartu kuning, Red), bisa terus memantau lowongan pekerjaan. Bahkan, kami juga proaktif jika ada lowongan yang sesuai dengan kriteria akan kami hubungi agar bisa memasukkan lowongan,” ujarnya. (eka/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/