Banyak Petambak Garam di Kab Pasuruan Tak Produksi Karena Ini

PANEN: Seorang petani garam di Kabupaten Pasuruan mengecek hasil panennya. Kini, masih banyak petambak yang belum memproduksi. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Murahnya harga garam imbas wabah Covid-19 mempengaruhi produksi garam di Kabupaten Pasuruan. Pada awal produksi garam saat ini, ada sekitar 20 petambak garam yang belum berpoduksi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo mengatakan, tahun ini banyak faktor yang mempengaruhi produksi garam. Termasuk, ada beberapa petambak yang belum berproduksi di awal musim. “Jumlah petambak garam di Kabupaten Pasuruan ada sekitar 190 petambak. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 belum berproduksi,” ujarnya.

Dari 10 persen petambak itu, masih istirahat atau belum membuka lahan tambaknya. Kemungkinan juga masih memantau situasi dengan harga dan stok yang masih tersedia. Katanya, saat awal produksi garam kemarin, petambak masih ada yang menyimpan stok hasil panen tahun lalu.

“Sampai awal Agustus kemarin stok garam masih kurang lebih 400 ton. Jadi, hasil panen tahun lalu masih ada dan belum terserap. Hal ini juga mempengaruhi semangat petambak untuk mulai memproduksi kembali,” ujarnya.

Selain itu, harga garam awal panen perdana juga anjlok. Tercatat, garam di tingkat petambak hanya Rp 225 sampai Rp 300 per kilogram. Harga ini dinilai cukup rendah dibandingkan saat panen raya tahun 2018 lalu yang mencapai di atas Rp 1.000 per kilogram.

“Selain harga juga rendah di awal panen ini, petambak juga masih kesulitan mencari pekerja. Biasanya pekerja dari luar daerah dan karena ada wabah Covid-19, ada kesulitan bekerja di sini. Apalagi dari desa juga meminta surat sehat kepada warga luar yang datang,” jelasnya.

Karenanya, sampai pertengahan Agustus, Dinas Perikanan mencatat jumlah petambak yang berproduksi turun. Namun, masih ada kemungkinan mereka akan berproduksi jika tidak terjadi hujan. Karena saat ini masih kemarau basah. Dinas Perikanan tetap optimistis target produksi garam 15.600 ton bisa tercapai. (eka/rud/fun)