alexametrics
27.2 C
Probolinggo
Sunday, 29 May 2022

Idul Adha, Ini Info Penyembelihan di RPH Pasuruan

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan selama hari raya Idul Adha. Termasuk saat penyembelihan hewan kurban.

Agar menghindari kerumunan, pemkot menyiapkan RPH Blandongan untuk penyembelihan hewan kurban. Petugas juga mengatur jadwal penyembelihan supaya tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf menyampaikan, penyembelihan hewan kurban di RPH Blandongan tidak dilakukan tepat di hari raya Idul Adha. Melainkan pada H+2. Yakni mulai 21 hingga 23 Juli.

Dia juga memastikan setiap hewan kurban akan diperiksa sebelum dan selesai disembelih oleh tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. “Ante Mortem sudah dilakukan mulai sekarang. Sejauh ini, hasil pengawasan dinas terkait hewan yang diperjualbelikan untuk kurban sehat dan memenuhi syarat,” kata dia.

Sedangkan untuk post mortem, kata Gus Ipul, petugas pemeriksa akan dibantu modin atau panitia masjid setempat. “Ini kami pastikan dagingnya aman sebelum dibagikan,” papar Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengimbau penyembelihan hewan kurban di RPH tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. “Untuk menghindari kerumunan, RPH membatasi jumlah panitia kurban yang diizinkan masuk area RPH dan mengatur jadwal penyembelihan,” lanjut dia.

Kepala UPT RPH Blandongan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan drh Nemu Hermawan mengaku sudah menyiapkan tempat penyembelihan hewan kurban. Hingga kemarin, ada 24 sapi kurban yang akan disembelih. Berasal dari perorangan, instansi maupun masjid. Namun jumlah itu kemungkinan bisa bertambah.

“Ini data sementara, jadi kemungkinan nanti atau besok masih ada tambahan,” kata Nemu.

Sedangkan kapasitas pemotongan hewan kurban RPH Blandongan per hari adalah 25 ekor sapi dan 50 ekor kambing. Nemu memastikan proses penyembelihan akan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Dia juga sudah menyiapkan beberapa sarana penunjang protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan. Kemudian juga tempat duduk bagi warga yang berkurban diatur berjarak.

“Termasuk di beberapa masjid yang menyembelih juga kami lakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem,” kata Nemu.

Selanjutnya, pembagian daging kurban diharapkan bisa memperhatikan aspek kesehatan. Misalnya dianjurkan memakai kantung plastik putih transparan atau tidak berwarna.

“Kemudian, daging dan jeroan itu harus dipisahkan plastiknya. Agar bakteri yang ada di jeroan itu tidak bercampur,” jelasnya. (tom/hn)

PASURUAN, Radar Bromo – Pemkot Pasuruan mengimbau agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan selama hari raya Idul Adha. Termasuk saat penyembelihan hewan kurban.

Agar menghindari kerumunan, pemkot menyiapkan RPH Blandongan untuk penyembelihan hewan kurban. Petugas juga mengatur jadwal penyembelihan supaya tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf menyampaikan, penyembelihan hewan kurban di RPH Blandongan tidak dilakukan tepat di hari raya Idul Adha. Melainkan pada H+2. Yakni mulai 21 hingga 23 Juli.

Dia juga memastikan setiap hewan kurban akan diperiksa sebelum dan selesai disembelih oleh tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. “Ante Mortem sudah dilakukan mulai sekarang. Sejauh ini, hasil pengawasan dinas terkait hewan yang diperjualbelikan untuk kurban sehat dan memenuhi syarat,” kata dia.

Sedangkan untuk post mortem, kata Gus Ipul, petugas pemeriksa akan dibantu modin atau panitia masjid setempat. “Ini kami pastikan dagingnya aman sebelum dibagikan,” papar Gus Ipul.

Gus Ipul juga mengimbau penyembelihan hewan kurban di RPH tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. “Untuk menghindari kerumunan, RPH membatasi jumlah panitia kurban yang diizinkan masuk area RPH dan mengatur jadwal penyembelihan,” lanjut dia.

Kepala UPT RPH Blandongan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan drh Nemu Hermawan mengaku sudah menyiapkan tempat penyembelihan hewan kurban. Hingga kemarin, ada 24 sapi kurban yang akan disembelih. Berasal dari perorangan, instansi maupun masjid. Namun jumlah itu kemungkinan bisa bertambah.

“Ini data sementara, jadi kemungkinan nanti atau besok masih ada tambahan,” kata Nemu.

Sedangkan kapasitas pemotongan hewan kurban RPH Blandongan per hari adalah 25 ekor sapi dan 50 ekor kambing. Nemu memastikan proses penyembelihan akan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Dia juga sudah menyiapkan beberapa sarana penunjang protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan. Kemudian juga tempat duduk bagi warga yang berkurban diatur berjarak.

“Termasuk di beberapa masjid yang menyembelih juga kami lakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem,” kata Nemu.

Selanjutnya, pembagian daging kurban diharapkan bisa memperhatikan aspek kesehatan. Misalnya dianjurkan memakai kantung plastik putih transparan atau tidak berwarna.

“Kemudian, daging dan jeroan itu harus dipisahkan plastiknya. Agar bakteri yang ada di jeroan itu tidak bercampur,” jelasnya. (tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/